de_DEen_USes_ESfa_IRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Pemodelan Kasus Penggunaan untuk Sistem ATM: Panduan Lengkap dan Studi Kasus

Pendahuluan

Studi kasus ini berfokus pada pemodelan kasus penggunaan sistem ATM untuk sebuah bank. Sistem ATM dirancang untuk memberikan pelanggan cara yang mudah untuk mengakses rekening mereka dan melakukan berbagai transaksi perbankan, seperti penarikan uang tunai, setoran uang tunai, transfer dana, mengecek saldo rekening, dan mengganti PIN mereka. Studi kasus ini membahas deskripsi masalah dan persyaratan sistem, serta diagram kasus penggunaan, aktor, dan skenario yang dibuat untuk memodelkan fungsi sistem. Studi kasus ini juga mengeksplorasi bagaimana jenis diagram UML lainnya, seperti diagram aktivitas dan diagram urutan, dapat digunakan bersamaan dengandiagram kasus penggunaanuntuk memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai perilaku dan interaksi sistem. Pada akhir studi kasus, pembaca akan memiliki pemahaman yang jelas mengenai proses pemodelan kasus penggunaan dan bagaimana penerapannya pada sistem dunia nyata seperti sistem ATM.

什麼是用例圖?Use Case Diagram - Learn it, Try it! | 學習EA, Agile & UML 和使用Visual Paradigm 技能- 點部落

 

Panduan dan Tips untuk Mengembangkan Kasus Penggunaan yang Efektif dan Menulis Skenario Kasus Penggunaan yang Tepat

Berikut ini adalah beberapa panduan, tips, dan trik untuk mengembangkan kasus penggunaan dan menulis skenario kasus penggunaan yang tepat:

  1. Identifikasi aktor:Mulailah dengan mengidentifikasi aktor yang akan berinteraksi dengan sistem. Ini bisa mencakup pengguna, administrator, dan pemangku kepentingan lainnya yang akan menggunakan sistem.
  2. Tentukan cakupan sistem:Tentukan secara jelas cakupan sistem dan apa yang ingin dicapai sistem. Ini akan membantu memastikan bahwa skenario kasus penggunaan menangkap semua persyaratan yang diperlukan.
  3. Gunakan pendekatan terstruktur:Gunakan pendekatan terstruktur untuk mengembangkan skenario kasus penggunaan. Ini bisa mencakup penggunaan template atau panduan untuk memastikan bahwa setiap skenario mengikuti struktur yang konsisten.
  4. Tulis skenario yang jelas dan ringkas:Tulis skenario kasus penggunaan yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari istilah teknis atau akronim yang mungkin tidak dikenal oleh semua pemangku kepentingan.
  5. Gunakan bahasa yang berorientasi pada tindakan:Tulis skenario kasus penggunaan menggunakan bahasa yang berorientasi pada tindakan yang menggambarkan apa yang dilakukan pengguna atau sistem. Ini dapat membantu memastikan bahwa skenario mudah dipahami dan diikuti.
  6. Fokus pada tujuan dan kebutuhan pengguna:Fokus pada tujuan dan kebutuhan pengguna saat mengembangkan skenario kasus penggunaan. Ini akan membantu memastikan bahwa skenario menangkap perspektif pengguna dan selaras dengan kebutuhan mereka.
  7. Identifikasi prasyarat dan akibat:Tentukan secara jelas prasyarat dan akibat yang harus dipenuhi agar skenario berhasil. Ini akan membantu memastikan bahwa skenario lengkap dan akurat.
  8. Sertakan skenario pengecualian:Identifikasi skenario pengecualian yang mungkin terjadi dan sertakan dalam skenario kasus penggunaan. Ini akan membantu memastikan bahwa sistem dapat menangani situasi dan kesalahan yang tidak terduga.
  9. Dapatkan umpan balik dan tinjauan:Dapatkan umpan balik dari pemangku kepentingan dan tinjau skenario kasus penggunaan secara rutin untuk memastikan bahwa mereka tetap akurat dan diperbarui sesuai spesifikasi dan persyaratan sistem terbaru.

Dengan mengikuti panduan, tips, dan trik ini, pengembang dapat mengembangkan skenario kasus penggunaan yang secara akurat menangkap fungsi sistem dan memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan.

Deskripsi Masalah Studi Kasus – ATM

Sebuah bank perlu menyediakan cara yang mudah bagi pelanggannya untuk mengakses rekening mereka dan melakukan berbagai transaksi perbankan, seperti menarik uang tunai, menyetor uang tunai, mentransfer dana, mengecek saldo rekening, dan mengganti PIN mereka. Untuk mengatasi masalah ini, bank berencana menerapkan sistem ATM yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi-transaksi tersebut menggunakan kartu ATM dan PIN mereka.

Persyaratan:

  1. Keamanan: Sistem ATM harus menjamin keamanan transaksi pelanggan dengan memverifikasi identitas pelanggan menggunakan kartu ATM dan PIN mereka. Sistem harus mencegah akses tidak sah ke akun pelanggan dan harus dilindungi terhadap berbagai bentuk penipuan dan serangan, seperti skimming dan peretasan.
  2. Ketersediaan: Sistem ATM harus tersedia bagi pelanggan setiap saat, dengan mempertimbangkan pemeliharaan berkala dan waktu downtime. Sistem harus dapat diandalkan dan tangguh terhadap kegagalan perangkat keras dan perangkat lunak untuk meminimalkan gangguan layanan dan menjamin tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi.
  3. Kemudahan Penggunaan: Sistem ATM harus mudah digunakan dan dijelajahi oleh pelanggan dari segala usia dan latar belakang. Sistem harus memberikan petunjuk dan umpan balik yang jelas untuk membimbing pelanggan melalui proses transaksi dan meminimalkan kesalahan serta kebingungan.
  4. Pemrosesan Transaksi: Sistem ATM harus memproses transaksi pelanggan secara akurat dan efisien, termasuk penarikan dan setoran uang tunai, transfer dana, mengecek saldo akun, dan mengganti PIN. Sistem harus mempertahankan catatan akurat dari semua transaksi dan memberikan pelanggan kwitansi serta dokumen lainnya sebagaimana diperlukan.
  5. Integrasi: Sistem ATM harus terintegrasi dengan infrastruktur TI perbankan yang sudah ada, termasuk sistem perbankan inti, jaringan, dan basis data. Sistem harus dapat berkomunikasi secara aman dan andal dengan sistem dan komponen lain untuk memastikan pemrosesan transaksi dan informasi akun yang akurat dan tepat waktu.

Pemodelan Use Case dan Pengembangan Skenario Use Case

Dimulai dari deskripsi masalah sistem ATM, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai use case yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sistem. Ini melibatkan analisis kebutuhan sistem dan mendefinisikan tindakan spesifik yang dapat dilakukan pengguna saat berinteraksi dengan sistem. Setiap use case akan memiliki serangkaian skenario yang menggambarkan bagaimana sistem dan pengguna akan berinteraksi dalam situasi tertentu. Skenario-skenario ini harus dikembangkan secara terstruktur, menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas agar mudah dipahami oleh semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek.

Proses mengidentifikasi use case dan mengembangkan skenario use case merupakan langkah kritis dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Ini memungkinkan tim pengembangan untuk memahami sepenuhnya kebutuhan sistem dan merancang solusi yang memenuhi kebutuhan pengguna. Seiring perkembangan proses pengembangan, mungkin diperlukan untuk menyempurnakan use case dan skenario untuk mencerminkan perubahan dalam kebutuhan atau untuk memasukkan masukan dari pemangku kepentingan. Proses iteratif ini membantu memastikan bahwa sistem akhir memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan dan mampu menangani berbagai skenario dan use case.

Berikut adalah contoh pemodelan use case untuk sistem ATM:
  1. Diagram Use Case:

Diagram use case untuk sistem ATM dapat mencakup aktor-aktor berikut:

  • Pelanggan
  • Bank

Dan use case berikut:

  • Tarik Tunai
  • Setor Tunai
  • Periksa Saldo
  • Transfer Dana
  • Ubah PIN

Diagram tersebut akan menunjukkan hubungan antara aktor dan use case, menunjukkan use case mana yang dapat diakses oleh aktor mana.

  1. Skenario Use Case:

a) Tarik Tunai:

  • Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN mereka.
  • Pelanggan memasukkan PIN mereka.
  • Sistem memverifikasi PIN.
  • Pelanggan memilih opsi “Tarik Tunai”.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah uang tunai yang ingin ditarik.
  • Pelanggan memasukkan jumlah uang tunai.
  • Sistem memberikan uang tunai.
  • Pelanggan mengeluarkan kartu ATM mereka dan mengambil uang tunai.

b) Setor Tunai:

  • Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN mereka.
  • Pelanggan memasukkan PIN mereka.
  • Sistem memverifikasi PIN.
  • Pelanggan memilih opsi “Setor Tunai”.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah uang tunai yang ingin disetor.
  • Pelanggan memasukkan jumlah uang tunai.
  • Sistem memverifikasi jumlah tersebut dan menampilkannya kepada pelanggan.
  • Pelanggan mengonfirmasi jumlah tersebut.
  • Sistem menerima uang tunai dan menambahkan saldo ke akun pelanggan.

c) Cek Saldo:

  • Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN mereka.
  • Pelanggan memasukkan PIN mereka.
  • Sistem memverifikasi PIN.
  • Sistem menampilkan saldo akun pelanggan.

d) Transfer Dana:

  • Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN mereka.
  • Pelanggan memasukkan PIN mereka.
  • Sistem memverifikasi PIN.
  • Pelanggan memilih opsi “Transfer Dana”.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan nomor rekening ke mana mereka ingin mentransfer dana.
  • Pelanggan memasukkan nomor rekening.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah dana yang ingin mereka transfer.
  • Pelanggan memasukkan jumlah dana.
  • Sistem memverifikasi jumlah tersebut dan menampilkannya kepada pelanggan.
  • Pelanggan mengonfirmasi jumlah tersebut.
  • Sistem mentransfer dana dan menampilkan pesan konfirmasi kepada pelanggan.

e) Ubah PIN:

  • Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN saat ini.
  • Pelanggan memasukkan PIN saat ini.
  • Sistem memverifikasi PIN saat ini.
  • Sistem meminta pelanggan untuk memasukkan PIN baru.
  • Pelanggan memasukkan PIN baru.
  • Sistem meminta pelanggan untuk mengonfirmasi PIN baru.
  • Pelanggan mengonfirmasi PIN baru.
  • Sistem memperbarui PIN pelanggan dan menampilkan pesan konfirmasi.

Memperbaiki Skenario Use Case – Penarikan Uang Tunai

Memperbaiki skenario use case seiring dengan kemajuan proses pengembangan penting untuk beberapa alasan:

  1. Untuk memastikan bahwa skenario tersebut akurat dan mencerminkan kondisi terkini sistem:Seiring dengan kemajuan proses pengembangan, sistem dapat berubah, dan persyaratan baru dapat muncul. Memperbaiki skenario use case membantu memastikan bahwa skenario tetap akurat dan terkini sesuai dengan spesifikasi sistem terbaru.
  2. Untuk mengidentifikasi persyaratan yang hilang atau tidak lengkap:Seiring dengan perkembangan sistem, mungkin menjadi jelas bahwa persyaratan tambahan diperlukan untuk sepenuhnya menangkap fungsi sistem. Memperbaiki skenario use case membantu mengidentifikasi persyaratan yang hilang atau tidak lengkap.
  3. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan dan pengalaman pengguna:Memperbaiki skenario use case dapat membantu meningkatkan kenyamanan penggunaan dan pengalaman pengguna sistem. Dengan memperbaiki skenario, pengembang dapat lebih memahami kebutuhan pengguna dan membuat keputusan desain yang lebih memenuhi kebutuhan tersebut.

Proses memperbaiki skenario use case dapat melibatkan beberapa tahapan, termasuk:

  1. Mereview skenario untuk akurasi dan kelengkapan: Pengembang harus meninjau skenario untuk memastikan bahwa skenario tersebut secara akurat mencerminkan kondisi saat ini dari sistem dan bahwa semua persyaratan telah ditangkap.
  2. Mengidentifikasi persyaratan yang hilang atau tidak lengkap:Pengembang harus mengidentifikasi persyaratan yang hilang atau tidak lengkap dan bekerja untuk memasukkannya ke dalam skenario.
  3. Memperbaiki antarmuka pengguna:Pengembang harus memperbaiki antarmuka pengguna untuk meningkatkan kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna, dengan mempertimbangkan umpan balik pengguna dan praktik terbaik desain.
  4. Mengintegrasikan umpan balik:Pengembang harus mengintegrasikan umpan balik dari pemangku kepentingan dan pengguna untuk menyempurnakan skenario dan memastikan bahwa skenario tersebut memenuhi kebutuhan semua pengguna.

Langkah-langkah untuk Menyempurnakan Skenario Kasus Penggunaan

Dengan terus-menerus menyempurnakan skenario kasus penggunaan sepanjang proses pengembangan, pengembang dapat memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan dan persyaratan pengguna serta sepraktis dan seuser-friendly mungkin.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari skenario “Tarik Tunai” untuk sistem ATM, termasuk alur normal dan alur pengecualian serta titik-titik penyisipan untuk mencerminkan skenario dunia nyata:

Skenario: Tarik Tunai

Aktor Utama: Pelanggan

Prasyarat:

  1. Pelanggan telah memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin.
  2. Pelanggan telah memasukkan PIN yang benar.

Alur Dasar:

  1. Pelanggan memilih opsi “Tarik Tunai” dari menu utama.
  2. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah uang tunai yang ingin ditarik.
  3. Pelanggan memasukkan jumlah uang tunai yang ingin ditarik.
  4. ATM memverifikasi bahwa pelanggan memiliki dana cukup di rekeningnya untuk menutupi jumlah penarikan.
  5. ATM memberikan uang tunai yang diminta kepada pelanggan.
  6. ATM menampilkan pesan yang mengonfirmasi penarikan berhasil dan meminta pelanggan untuk memilih transaksi lain atau mengakhiri sesi.
  7. Pelanggan memilih transaksi lain atau mengakhiri sesi.
  8. ATM mengeluarkan kartu ATM pelanggan.

Alur Pengecualian:

1a. Dana Tidak Cukup

  1. ATM memverifikasi bahwa pelanggan memiliki dana tidak cukup di rekeningnya untuk menutupi jumlah penarikan.
  2. ATM menampilkan pesan kesalahan yang memberi tahu pelanggan bahwa mereka tidak memiliki dana cukup untuk menyelesaikan transaksi.
  3. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah penarikan yang lebih kecil atau membatalkan transaksi.
  4. Pelanggan memasukkan jumlah penarikan yang lebih kecil atau membatalkan transaksi.

2a. Jumlah Tidak Valid

  1. Pelanggan memasukkan jumlah penarikan yang tidak valid, seperti angka negatif atau nilai yang melebihi batas penarikan harian mereka.
  2. ATM menampilkan pesan kesalahan yang memberi tahu pelanggan bahwa jumlah yang dimasukkan tidak valid.
  3. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah penarikan yang valid.
  4. Pelanggan memasukkan jumlah penarikan yang valid.

3a. Kartu Disimpan

  1. ATM gagal memberikan uang tunai karena kesalahan perangkat keras atau perangkat lunak.
  2. ATM menampilkan pesan kesalahan yang memberi tahu pelanggan bahwa kartu mereka telah disimpan.
  3. ATM meminta pelanggan untuk menghubungi bank mereka atau layanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan.
  4. Pelanggan menghubungi bank mereka atau layanan pelanggan untuk mengambil kembali kartu mereka.

Titik Penyisipan:

  1. Setelah langkah 1:Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam mesin dan memasukkan PIN mereka.
  2. Setelah langkah 2:Pelanggan memasukkan jumlah uang tunai yang ingin mereka tarik.
  3. Setelah langkah 3:ATM memverifikasi bahwa pelanggan memiliki dana yang cukup untuk menutupi jumlah penarikan.
  4. Setelah langkah 5:ATM memberikan uang tunai yang diminta kepada pelanggan.

Ringkasan

Studi kasus ini menyediakan panduan komprehensif tentang pemodelan use case untuk sistem ATM di bank.
Studi ini dimulai dengan menyajikan deskripsi masalah dan persyaratan sistem, termasuk keamanan, ketersediaan, kenyamanan, pemrosesan transaksi, dan integrasi. Kemudian, menjelaskan bagaimana diagram use case digunakan untuk memodelkan fungsi sistem, termasuk aktor dan skenario yang terlibat.
Studi kasus ini juga menunjukkan bagaimana diagram UML lainnya, seperti diagram aktivitas dan diagram urutan, dapat diintegrasikan untuk memberikan detail tambahan dan menjelaskan perilaku serta interaksi sistem.
Secara keseluruhan, studi kasus ini memberikan pemahaman yang jelas kepada pembaca tentang proses pemodelan use case dan bagaimana penerapannya dapat diterapkan pada sistem dunia nyata.

Lampiran – Skenario Use Case yang Diperbaiki – ATM

Nama Use Case: Tarik Uang Tunai

Aktor:Pelanggan, ATM

Prasyarat:Pelanggan harus memiliki kartu ATM yang valid dan nomor PIN. ATM harus berfungsi dengan baik dan terhubung ke jaringan perbankan.

Alur Dasar:

  1. Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam slot pembaca kartu pada ATM.
  2. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan nomor PIN mereka menggunakan keypad.
  3. Pelanggan memasukkan nomor PIN mereka.
  4. ATM memvalidasi nomor PIN dan menampilkan pilihan menu utama.
  5. Pelanggan memilih opsi “Tarik Tunai” dari menu.
  6. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan jumlah uang tunai yang ingin ditarik menggunakan keypad.
  7. Pelanggan memasukkan jumlah uang tunai yang ingin ditarik.
  8. ATM memvalidasi bahwa pelanggan memiliki dana cukup dalam rekeningnya untuk menyelesaikan transaksi.
  9. ATM memberikan jumlah uang tunai yang diminta kepada pelanggan.
  10. ATM menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa transaksi telah selesai.
  11. Pelanggan mengeluarkan kartu ATM mereka dari slot pembaca kartu.

Alur Alternatif:

  • 1a. Jika ATM tidak dapat membaca kartu ATM pelanggan, ATM menampilkan pesan kesalahan dan meminta pelanggan mencoba lagi atau menghubungi bank mereka.
  • 4a. Jika pelanggan memasukkan nomor PIN yang salah sebanyak tiga kali, ATM akan menyimpan kartu mereka dan menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa kartu telah disimpan.
  • 8a. Jika pelanggan tidak memiliki dana cukup dalam rekeningnya untuk menyelesaikan transaksi, ATM menampilkan pesan kesalahan dan meminta pelanggan memasukkan jumlah yang lebih kecil atau membatalkan transaksi.

Nama Kasus Penggunaan: Periksa Saldo Rekening

Pemain:Pelanggan, ATM

Prasyarat:Pelanggan harus memiliki kartu ATM yang valid dan nomor PIN. ATM harus berfungsi dengan baik dan terhubung ke jaringan perbankan.

Alur Dasar:

  1. Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam slot pembaca kartu pada ATM.
  2. ATM meminta pelanggan untuk memasukkan nomor PIN mereka menggunakan keypad.
  3. Pelanggan memasukkan nomor PIN mereka.
  4. ATM memvalidasi nomor PIN dan menampilkan pilihan menu utama.
  5. Pelanggan memilih opsi “Periksa Saldo Akun” dari menu.
  6. ATM menampilkan saldo akun saat ini pelanggan di layar.
  7. Pelanggan mengeluarkan kartu ATM mereka dari slot pembaca kartu.

Aliran Alternatif:

  • 1a. Jika ATM tidak dapat membaca kartu ATM pelanggan, ATM menampilkan pesan kesalahan dan meminta pelanggan mencoba lagi atau menghubungi bank mereka.
  • 4a. Jika pelanggan memasukkan nomor PIN yang salah tiga kali, ATM akan menyimpan kartu mereka dan menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa kartu telah disimpan.

Nama Use Case:Setor Uang Tunai

Pemain:Pelanggan, ATM

Prasyarat:Pelanggan harus memiliki kartu ATM yang valid dan nomor PIN. ATM harus berfungsi dengan baik dan terhubung ke jaringan perbankan.

Aliran Dasar:

  1. Pelanggan memasukkan kartu ATM mereka ke dalam slot pembaca kartu di ATM.
  2. ATM meminta pelanggan memasukkan nomor PIN mereka menggunakan keypad.
  3. Pelanggan memasukkan nomor PIN mereka.
  4. ATM memvalidasi nomor PIN dan menampilkan opsi menu utama.
  5. Pelanggan memilih opsi “Setor Uang Tunai” dari menu.
  6. ATM meminta pelanggan memasukkan uang tunai yang ingin mereka setor ke dalam slot setor uang tunai di ATM.
  7. Pelanggan memasukkan uang tunai ke dalam slot setor.
  8. ATM memvalidasi uang tunai dan menampilkan pesan yang menunjukkan jumlah uang tunai yang telah disetor.
  9. Pelanggan mengeluarkan kartu ATM mereka dari slot pembaca kartu.

Referensi: Teknik Pemodelan Use Case

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *