de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Memahami Diagram Entitas-Relasi (ERD): Konsep Kunci dan Jenis-Jenisnya

Pendahuluan

Sebuah Diagram Entitas-Relasi (ERD) adalah representasi visual dari model data untuk suatu sistem, yang menggambarkan entitas, atribut mereka, dan hubungan antar entitas. ERD merupakan alat penting dalam desain basis data dan analisis sistem, membantu memahami dan menyampaikan struktur basis data. Artikel ini akan menjelaskan konsep kunci ERD, tiga jenis ERD yang berbeda, perbedaannya, serta kapan menggunakan masing-masing jenis.

Konsep Kunci ERD

  1. Entitas:
    • Entitas adalah objek atau hal dalam dunia nyata yang dapat dibedakan dari objek lain. Dalam ERD, entitas direpresentasikan oleh persegi panjang.
    • Contoh: Dalam gambar tersebut, ‘Sekolah’ dan ‘Siswa’ adalah entitas.
  2. Atribut:
    • Atribut adalah sifat atau ciri dari entitas. Mereka direpresentasikan oleh lingkaran atau dicantumkan di dalam persegi panjang entitas.
    • Contoh: Entitas ‘Sekolah’ memiliki atribut ‘nama’ dan ‘deskripsi’, sedangkan entitas ‘Siswa’ memiliki atribut ‘nama’ dan ‘tanggal lahir’.
  3. Hubungan:
    • Hubungan adalah asosiasi antar entitas. Mereka direpresentasikan oleh garis yang menghubungkan entitas.
    • Contoh: Hubungan antara ‘Sekolah’ dan ‘Siswa’ menunjukkan bahwa siswa terkait dengan sekolah.
  4. Kunci Utama:
    • Kunci utama adalah atribut yang secara unik mengidentifikasi suatu entitas. Mereka sering digarisbawahi atau ditandai dengan simbol kunci.
    • Contoh: Dalam ERD Logis, ‘ID’ adalah kunci utama untuk entitas ‘Sekolah’ dan ‘Siswa’.
  5. Kunci Asing:
    • Kunci asing adalah atribut dalam satu entitas yang merujuk pada kunci utama entitas lain, sehingga membentuk hubungan antara keduanya.
    • Contoh: Dalam ERD Logis, ‘SchoolID’ pada entitas ‘Siswa’ adalah kunci asing yang merujuk pada ‘ID’ pada entitas ‘Sekolah’.

Tiga Jenis ERD

Introduction to Data Modeling with Visual Paradigm: ERD Diagramming, Code  Generation, and Reverse Engineering - Visual Paradigm Guides

  1. ERD Konseptual:
    • Definisi: ERD Konseptual memberikan gambaran tingkat tinggi tentang struktur basis data, dengan fokus pada entitas utama dan hubungan antar entitas tanpa mempertimbangkan detail implementasi basis data.
    • Tujuan: Digunakan pada tahap awal desain basis data untuk menangkap kebutuhan data utama dan hubungan antar data.
    • Contoh: Pada gambar, ERD Konseptual menunjukkan entitas “Sekolah” dan “Siswa” beserta atribut dasar dan hubungan antar entitas.
    • Kapan Menggunakan: Gunakan ERD Konseptual selama tahap perencanaan awal dan pengumpulan kebutuhan untuk mendapatkan pemahaman luas mengenai model data.
  2. ERD Logis:
    • Definisi: ERD Logis memberikan tampilan yang lebih rinci tentang struktur basis data, termasuk kunci utama dan kunci asing, tipe data, serta batasan.
    • Tujuan: Digunakan untuk mendefinisikan struktur logis basis data, memastikan integritas data dan normalisasi.
    • Contoh: Pada gambar, ERD Logis mencakup “ID” sebagai kunci utama untuk kedua entitas “Sekolah” dan “Siswa”, serta “SchoolID” sebagai kunci asing dalam entitas “Siswa”.
    • Kapan Menggunakan: Gunakan ERD Logis selama tahap desain rinci untuk mendefinisikan model data secara lebih rinci, memastikan bahwa memenuhi kebutuhan fungsional.
  3. ERD Fisik:
    • Definisi: ERD Fisik merepresentasikan implementasi sebenarnya basis data dalam sistem manajemen basis data (DBMS) tertentu, termasuk tabel, kolom, tipe data, indeks, dan batasan.
    • Tujuan: Digunakan untuk mendefinisikan struktur fisik basis data, mengoptimalkan kinerja dan penyimpanan.
    • Contoh: Pada gambar, ERD Fisik menunjukkan tabel “Sekolah” dan “Siswa” dengan nama kolom tertentu, tipe data, dan hubungan.
    • Kapan Menggunakan: Gunakan ERD Fisik selama tahap implementasi untuk membuat skema basis data di DBMS yang dipilih, memastikan bahwa memenuhi persyaratan kinerja dan penyimpanan.

Perbedaan Antara Tiga Jenis ERD

  1. Tingkat Rincian:
    • ERD Konseptual: Gambaran umum tingkat tinggi, berfokus pada entitas utama dan hubungannya.
    • ERD Logis: Lebih rinci, mencakup kunci utama dan kunci asing, tipe data, dan batasan.
    • ERD Fisik: Paling rinci, mencakup tabel, kolom, tipe data, indeks, dan batasan.
  2. Tujuan:
    • ERD Konseptual: Menangkap kebutuhan data utama dan hubungan yang penting.
    • ERD Logis: Menentukan struktur logis basis data, memastikan integritas data dan normalisasi.
    • ERD Fisik: Menentukan struktur fisik basis data, mengoptimalkan kinerja dan penyimpanan.
  3. Penggunaan:
    • ERD Konseptual: Digunakan dalam tahap perencanaan awal dan pengumpulan kebutuhan.
    • ERD Logis: Digunakan dalam tahap desain rinci.
    • ERD Fisik: Digunakan dalam tahap implementasi.

Kapan Harus MenggunakanSetiap Jenis ERD

  1. ERD Konseptual:
    • Gunakan selama tahap perencanaan awal dan pengumpulan kebutuhan untuk mendapatkan pemahaman luas tentang model data.
    • Cocok untuk diskusi dengan pemangku kepentingan untuk menangkap kebutuhan data utama dan hubungan yang penting.
  2. ERD Logis:
    • Gunakan selama tahap desain rinci untuk menentukan model data secara lebih rinci, memastikan bahwa model tersebut memenuhi kebutuhan fungsional.
    • Cocok untuk perancang basis data dan analis untuk menentukan struktur logis basis data.
  3. ERD Fisik:
    • Gunakan selama tahap implementasi untuk membuat skema basis data di DBMS yang dipilih, memastikan bahwa skema tersebut memenuhi persyaratan kinerja dan penyimpanan.
    • Cocok untuk administrator basis data dan pengembang untuk menentukan struktur fisik basis data.

Kesimpulan

Diagram Entitas-Relasi (ERD) adalah alat penting dalam desain basis data dan analisis sistem, memberikan representasi visual dari model data. Tiga jenisERD—Konseptual, Logis, dan Fisik—memiliki tujuan yang berbeda dan digunakan pada tahap yang berbeda dalam siklus pengembangan basis data. Memahami konsep kunci dan perbedaan antara jenis-jenis inijenis-jenis ERDmembantu dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengelola basis data secara efektif. Dengan menggunakan jenis ERD yang sesuai pada setiap tahap, Anda dapat memastikan bahwa basis data memenuhi persyaratan fungsional, kinerja, dan penyimpanan, menghasilkan sistem basis data yang sukses dan efisien.

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *