The Diagram Kasus Penggunaanadalah alat yang sempurna untuk tahap awal desain sistem, berfungsi sebagai gambaran rancangan untuk menentukan lingkup dan persyaratan fungsionaldari perspektif pengguna. Ini menjawab pertanyaan mendasar: Apa yang harus dilakukan sistem untuk pengguna?
1. Tujuan: Menentukan Lingkup dan Persyaratan Kios
Tantangan dalam merancang kios ritel self-service adalah menentukan batas sistem secara jelas—fungsi apa yang ditangani oleh kios itu sendiri dibandingkan dengan sistem eksternal (seperti Sistem Inventaris atau Gateway Pembayaran).
Tujuan untuk Diagram:Untuk secara visual mengidentifikasi semua Aktor utama dan sekunder serta menentukan persyaratan fungsional tingkat tinggi (Kasus Penggunaan) yang harus diimplementasikan dalam batas Sistem Kios. Ini memastikan upaya pengembangan difokuskan dan terjadi perluasan lingkup diminimalkan.
| Aktor Kunci | Kasus Penggunaan Utama |
|---|---|
| Pelanggan (Utama) | Telusuri Produk, Checkout, Proses Pembayaran |
| Manajer Toko (Utama) | Isi Ulang Persediaan, Lihat Log |
| Sistem Inventaris (Sekunder) | Periksa Ketersediaan Stok |
| Gateway Pembayaran (Sekunder) | Otorisasi Transaksi |
2. Menghasilkan dan Mengulang Diagram dengan Chatbot AI
Keunggulan utama menggunakan Chatbot AI adalah kemampuannya untuk langsung membuat model visual awal berdasarkan persyaratan fungsional sederhana, dan kemudian dengan cepat melakukan iterasi pada desain secara konversasional.
Prompt Generasi AI Awal (Persyaratan Sederhana)
Kami memulai dengan deskripsi minimal mengenai komponen utama sistem dan fungsi yang dibutuhkan. Kami mengandalkan pemahaman AI terhadap praktik terbaik UML untuk menentukan batas sistem dan hubungan antar komponen.
Prompt:
“Buatlah diagram use case UML untuk sistem kios ritel. Pengguna utama adalahPelanggan danManajer Toko. Fungsi utama adalahTelusuri Produk, Checkout, danIsi Ulang Persediaan. Sistem bergantung padaSistem Inventaris danGerbang Pembayaran.”
Hasil Generasi

Pembaruan Iteratif: Memperhalus Model
Setelah meninjau diagram awal, kami menyadari fungsi umum penting—otentikasi—telah terlewat, dan kami membutuhkan peran baru untuk dukungan. Alih-alih mengedit diagram secara manual, kami memberi instruksi kepada AI untuk melakukan perubahan secara konversasional.
Prompt Iteratif:
“Harap perbarui diagram saat ini:
- Tambahkan use case ‘Otentikasi Pengguna’ dan buat menjadi inklusi wajib untuk ‘Checkout’ dan ‘Isi Ulang Persediaan’.
- Tambahkan aktor baru, ‘Agen Meja Bantuan’, yang memicu use case baru: ‘Berikan Bantuan Jarak Jauh’.”
Hasil Diagram Akhir
AI dengan cepat memperbarui kode diagram, dengan benar menambahkan hubungan<<include>>untuk ‘Otentikasi Pengguna’ dan menempatkan aktor eksternal baru ‘Agen Meja Bantuan’ di luar batas sistem, menunjukkan betapa mudahnya model dapat disempurnakan secara konversasional.

3. Analisis Lanjutan Berdasarkan Diagram yang Dibuat
Setelah model visual dibuat, AI Chatbot dapat digunakan sebagai alat analitis untuk menghasilkan dokumentasi teks dan melakukan validasi struktural berdasarkan kode diagram.
A. Dokumen Daftar Persyaratan Formal
Minta AI untuk mengubah elemen visual dan hubungan antar elemen menjadidokumen teks terstrukturyang sesuai untuk spesifikasi proyek formal.
Prompt Analisis:
“Berdasarkan kode diagram Use Case Retail Kiosk yang dihasilkan, buat dokumen persyaratan formal. Untuk setiap Use Case, jelaskan inisiator utama, tujuan, dan sebutkan semua ketergantungan, termasuk Aktor sekunder atau Use Case yang disertakan.”
- Manfaat:Ini langsung mengubah model visual menjadi daftar persyaratan teks formal, yang sangat penting untuk penentuan cakupan proyek dan persetujuan. AI memastikan deskripsi alur dan ketergantungan akurat sesuai dengan diagram.

B. Dokumen Ketergantungan dan Integrasi
Diagram secara visual memisahkan cakupan internal dari ketergantungan eksternal (Aktor sekunder). Kita dapat meminta AI untuk memformalkan daftar ini untuk perencanaan integrasi.
Prompt Analisis:
“Buat bagian dokumen perencanaan integrasi berdasarkan diagram. Identifikasi semua sistem eksternal (Aktor non-manusia) yang digantungkan oleh Kiosk dan jelaskan interaksi Use Case tertentu yang dibutuhkan untuk masing-masing, serta tentukan titik integrasi.”
- Manfaat:Tugas ini menggunakan diagram untuk menghasilkan dokumentasi bagi tim integrasi, menentukan API eksternal dan interaksi kontraktual yang diperlukan agar Kiosk dapat berfungsi, memastikan tidak ada titik integrasi yang terlewat.

Dengan menggunakan AI Chatbot dalam siklus tiga langkah ini—penetapan tujuan, generasi instan, dan analisis terstruktur, tim proyek dapat memastikan diagram Use Case tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai dasar yang divalidasi untuk semua pekerjaan desain dan pengembangan selanjutnya.
Untuk informasi komprehensif mengenai UML dan visualisasi berbasis AI, kunjungipusat sumber daya UML.
This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.












