Sementara Diagram Komponen fokus pada organisasi logis modul kode Anda, sedangkan Diagram Penempatan UML menembus kesenjangan dengan kenyataan. Ini menjawab pertanyaan penting: “Di mana semua kode ini sebenarnya berada?”
Diagram ini adalah satu-satunya model UML yang didedikasikan untuk lingkungan runtime fisik. Diagram ini memvisualisasikan pemetaan artefak perangkat lunak ke target perangkat keras, menggambarkan bagaimana komponen sistem didistribusikan di sepanjang server, basis data, perangkat mobile, dan infrastruktur awan. Di era komputasi awan, mikroservis, dan IoT, memahami arsitektur fisik ini lebih penting daripada sebelumnya.

Anatomi Arsitektur Fisik
Tujuan utama dari Diagram Penempatanadalah menunjukkan topologi fisik sistem—perangkat keras (node) dan perangkat lunak (artefak) yang berjalan di atasnya.
1. Node: Lingkungan Perangkat Keras dan Eksekusi
Blok pembentuk dasar dari diagram penempatan adalah Node. Node mewakili sumber daya komputasi tempat artefak ditempatkan untuk dieksekusi. Mereka digambarkan sebagai kotak 3D (kubus).
Node hadir dalam dua jenis utama:
-
Node Perangkat: Ini mewakili sumber daya perangkat keras fisik dengan kemampuan pemrosesan.
-
Contoh: Sebuah Server Aplikasi, Server Basis Data, Ponsel, Sensor IoT, atau Load Balancer.
-
-
Node Lingkungan Eksekusi (Lingkungan Eksekusi): Ini adalah wadah berbasis perangkat lunak yang berjalan di dalam node perangkat dan menampung jenis tertentu dari artefak. Mereka mewakili lapisan perangkat lunak yang mengelola komponen yang telah ditempatkan.
-
Contoh: Sebuah Java Virtual Machine (JVM), sebuah .NET CLR, sebuah Container Docker, atau sebuah instance Peramban Web.
-
2. Artefak: Perangkat Lunak yang Dapat Ditempatkan
Sebuah Artefak mewakili manifestasi fisik yang konkret dari suatu komponen perangkat lunak. Meskipun suatu “Komponen” merupakan pengelompokan logis dari kelas-kelas, suatu “Artifak” adalah file aktual yang dipasang di server.
Artifak biasanya digambarkan sebagai persegi panjang dengan kata kunci«artifak» atau ikon dokumen kecil di sudut. Mereka sering ditempatkandi dalamnode untuk menunjukkan di mana mereka dideploy.
-
Contoh:
user-service.jar,index.html,database-schema.sql,config.xml, ataupayment-api.exe.
3. Jalur Komunikasi: Koneksi
Node jarang beroperasi secara terpisah.Jalur Komunikasimewakili koneksi fisik atau asosiasi antar node, menunjukkan bagaimana mereka bertukar informasi.
Ini digambar sebagai garis padat yang menghubungkan dua node. Sangat penting, mereka sering diberi label dengan stereotip untuk menunjukkan protokol komunikasi atau jenis jaringan yang digunakan.
-
Contoh:
«HTTP/HTTPS»,«TCP/IP»,«JDBC»,«RMI», atau«Antrian Pesan».

Memvisualisasikan Topologi
Diagram Penempatan yang umum menceritakan kisah struktur runtime sistem. Sebagai contoh, aplikasi web tiga lapis standar mungkin divisualisasikan sebagai berikut:
-
Lapisan Klien: Sebuah
Perangkat Seluler(Node) yang berisiAplikasi Seluler(Arsip). -
Lapisan Tengah: Sebuah
Server Web(Node Perangkat) yang menampungKontainer Docker(Lingkungan Eksekusi), yang di dalamnya berisiAPI Service.jar(Arsip). -
Lapisan Data: Sebuah
Server Basis Data(Node Perangkat) yang menampungPostgreSQLinstance (Lingkungan Eksekusi), yang mengelolaData Pengguna(Arsip).
Menghubungkan node-node ini akan berupa garis yang bertanda «HTTPS» (antara Perangkat Seluler dan Server Web) dan «JDBC» (antara Web Server dan Database).
Mengapa Menggunakan Diagram Penempatan?
Diagram Penempatan sangat penting bagi insinyur DevOps, arsitek sistem, dan administrator jaringan.
-
Perencanaan Penempatan: Mereka berfungsi sebagai peta definitif untuk manajemen rilis, menjelaskan secara tepat file mana yang perlu dikirim ke server mana.
-
Analisis Kinerja: Dengan memvisualisasikan distribusi pemrosesan dan tautan jaringan, arsitek dapat mengidentifikasi kemungkinan hambatan (misalnya, terlalu banyak artefak pada satu node berdaya rendah atau tautan jaringan lambat antara layanan yang sering berkomunikasi).
-
Pemodelan Keamanan: Mereka membantu mengidentifikasi risiko keamanan dengan menyoroti node mana yang terpapar jaringan eksternal (internet publik) dan mana yang terisolasi di balik firewall.
-
Desain Infrastruktur sebagai Kode (IaC): Dalam DevOps modern, diagram ini menyediakan kerangka konseptual untuk menulis skrip Terraform atau CloudFormation guna mengalokasikan sumber daya awan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang UML dan visualisasi yang didukung AI, lihat kami pusat sumber daya UML.
This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Portuguese, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.








