The Diagram Aktivitas UMLsecara fundamental merupakan bagan alir yang memodelkan langkah-langkah berurutan dan bersamaan, atau aktivitas, dari suatu proses. Digunakan untuk menggambarkan aspek dinamis suatu sistem, dengan fokus pada aliran kontrol dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.
Diagram ini sangat berharga untuk memodelkan proses bisnis, menentukan alur kerja di berbagai komponen, dan mendokumentasikan logika internal suatu sistem atau metode.

Elemen-Elemen Utama Alur Aktivitas
Diagram Aktivitas dibangun berdasarkan simpul (mewakili langkah-langkah) dan sisi (mewakili aliran kontrol).
A. Simpul Aktivitas dan Tindakan
Ini mewakili satu langkah atau tugas yang dilakukan dalam proses.

- Notasi: Sebuah persegi panjang melengkung.
- Simpul Tindakan: Mewakili langkah yang atomik dan tidak dapat dihentikan sementara (misalnya, Periksa Persediaan).
- Simpul Aktivitas: Mewakili tujuan tingkat tinggi yang dapat dipecah lebih lanjut menjadi sub-aktivitas (misalnya, Penuhi Pesanan).
- Tujuan: Untuk menentukan pekerjaan yang perlu dilakukan.
B. Alur Kontrol (Sisi)
Alur kontrol adalah panah yang menghubungkan dua simpul, menunjukkan transisi dari satu tindakan ke tindakan berikutnya.

- Notasi: Panah padat.
- Tujuan: Menunjukkan urutan eksekusi.
C. Simpul Mulai dan Akhir
Setiap diagram harus memiliki satu titik awal dan satu atau lebih titik akhir.

- Simpul Awal (Mulai):
- Notasi: Lingkaran padat yang diisi penuh.
- Tujuan: Titik masuk untuk aliran kontrol.
- Node Akhir Aktivitas (Akhir):
- Notasi: Lingkaran padat yang dikelilingi oleh lingkaran kosong yang lebih besar.
- Tujuan: Menunjukkan penyelesaian semua aliran dalam aktivitas.
- Node Akhir Aliran:
- Notasi: Lingkaran dengan tanda ‘X’ di dalamnya.
- Tujuan: Menunjukkan akhir dari suatu jalur tertentu (aliran), tetapi tidaktidak secara pasti menghentikan aktivitas secara keseluruhan.
Pemodelan Logika Keputusan dan Percabangan
Diagram aktivitas menggunakan node khusus untuk menangani logika kondisional, sama sepertiif-else atauswitch pernyataan dalam kode.
A. Node Keputusan dan Node Penggabungan
Node-node ini digunakan untuk memodelkan percabangan bersyarat dan penyatuan kembali jalur-jalur tersebut selanjutnya.

- Node Keputusan:
- Notasi: Bentuk berlian.
- Penggunaan: Satu aliran masuk dan beberapa aliran keluar. Setiap aliran keluar harus memilikiKondisi Pengaman (kondisi dalam tanda kurung siku, misalnya
[Persediaan > 0]) yang menentukan jalur mana yang diambil.
- Node Penggabung:
- Notasi: Bentuk berlian.
- Penggunaan: Beberapa aliran masuk dan satu aliran keluar. Ini hanya mewakili titik di mana cabang-cabang yang berbeda bersatu kembali, menunjukkan bahwa salah satu cabang masuk dapat membawa ke langkah berikutnya. Ini tidak menyinkronkan aliran bersamaan.
Pemodelan Konkurensi dan Sinkronisasi
Tidak seperti diagram alir yang biasanya bersifat berurutan, Diagram Aktivitas unggul dalam menunjukkan eksekusi paralel menggunakan Batang Sinkronisasi.
A. Node Cabang dan Node Gabung
Node-node ini digunakan untuk membagi satu aliran kontrol menjadi beberapa aliran bersamaan, dan kemudian menunggu hingga aliran bersamaan tersebut selesai.

- Node Cabang:
- Notasi: Sebuah batang tebal horizontal atau vertikal.
- Penggunaan: Satu aliran masuk dan beberapa aliran keluar. Semua aliran keluar mulai dieksekusi secara bersamaan (secara paralel) dari titik ini.
- Node Gabung:
- Notasi: Sebuah batang tebal horizontal atau vertikal.
- Penggunaan: Beberapa aliran masuk dan satu aliran keluar. Aliran keluar tidak dapat dimulai hingga semuaaliran bersamaan masuk telah selesai (sinkronisasi).
Elemen Organisasi: Swimlanes
Swimlanes (juga disebut Partisi) sangat penting untuk menunjukkan departemen, komponen, atau Aktor mana yang bertanggung jawab atas aktivitas tertentu. Mereka secara visual membagi diagram menjadi zona vertikal atau horizontal.
- Notasi:Garis paralel vertikal atau horizontal yang memisahkan area tanggung jawab yang berbeda.
- Tujuan: Untuk mengelompokkan tindakan berdasarkan entitas yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya, memberikan akuntabilitas yang jelas di seluruh unit organisasi yang berbeda (misalnya, “Pelanggan,” “Sistem Web,” “Gudang”).

Ringkasan Praktik Terbaik Diagram Aktivitas
- Model Alur, Bukan Objek: Fokus pada urutan langkah dan alur kontrol, bukan pada hubungan struktural antar kelas (itu tugas Diagram Kelas).
- Gunakan Swimlane: Selalu gunakan swimlane untuk secara jelas membedakan siapa atau apa yang melakukan setiap tindakan, terutama dalam proses bisnis lintas fungsi.
- Label Penjaga: Pastikan setiap alur keluar dari Node Keputusan diberi label dengan kondisi Penjaga yang jelas dan saling eksklusif (misalnya,
[A],[B],[Lainnya]). - Sinkronkan Forks: Setiap Fork harus seimbang dengan sebuah Join untuk memastikan bahwa langkah-langkah berikutnya menunggu hingga semua aktivitas paralel selesai.
Untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang UML dan cara AI dapat memvisualisasikannya, jelajahi pusat sumber daya UML kamipusat sumber daya UML.
This post is also available in Deutsch, English, Español, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.











