de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Inti dan Kunci Penulisan Use Case: Praktik Terbaik dan Kesalahan Umum

I. Pendahuluan

Use caseadalah alat penting dalam pengembangan perangkat lunak dan analisis sistem. Mereka memberikan cara yang jelas dan ringkas untuk mendefinisikan perilaku dan fungsi suatu sistem, dengan menggambarkan interaksi antara pengguna (yang dikenal sebagai “aktor”) dan sistem itu sendiri.

Free UML Tool

Penulisan use case yang efektif melibatkan pemahaman tentang cara mengidentifikasi aktor utama, tujuan, dan skenario yang relevan terhadap sistem tertentu. Dengan melakukan hal ini, pengembang dan analis dapat memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan pengguna, serta semua fitur dan fungsi yang diperlukan tercakup.

Dalam panduan ini, kita akan mengeksplorasi teknik utama dan praktik terbaik untuk menulis use case yang efektif, termasuk cara-cara:

  • Mengidentifikasi aktor dan tujuan
  • Menulis nama use case yang jelas dan ringkas
  • Menggunakan skenario dan alur kejadian
  • Menulis deskripsi use case yang efektif
  • Menentukan prasyarat dan akibat
  • Mencakup alur alternatif dan alur ekssepsional
  • Mengidentifikasi aturan bisnis
  • Mengintegrasikan persyaratan non-fungsional

Kita juga akan membahas kesalahan umum yang harus dihindari saat menulis use case, serta praktik terbaik untuk menjaga agar mereka tetap diperbarui seiring berkembangnya sistem dari waktu ke waktu.

Pada akhir panduan ini, Anda seharusnya memiliki pemahaman yang kuat tentang cara menulis use case yang efektif yang secara akurat dan komprehensif mendefinisikan perilaku sistem perangkat lunak. Mari kita mulai!

II. Memahami Use Case

What Is a Use Case & How To Write One | Wrike

A. Definisi dan Karakteristik Use Case

Use case adalah alat yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak untuk mendefinisikan perilaku dan fungsi suatu sistem dari sudut pandang pengguna. Use case menggambarkan skenario di mana satu atau lebih aktor berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan atau objektif tertentu.

Use case biasanya terdiri dari empat komponen utama:

  1. Aktor: Pengguna atau sistem yang berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan.
  2. Tujuan: Objektif yang ingin dicapai aktor dengan berinteraksi dengan sistem.
  3. Skenario: Langkah-langkah atau tindakan yang diambil aktor untuk mencapai tujuan.
  4. Hasil: Hasil dari skenario, yang bisa berupa keberhasilan atau kegagalan.

B. Jenis-Jenis Use Case

Ada beberapa jenis use case yang dapat digunakan untuk menggambarkan aspek-aspek berbeda dari sistem perangkat lunak. Ini termasuk:

  1. Use Case Fungsional:Ini menggambarkan fungsi utama dan fitur sistem, serta bagaimana pengguna berinteraksi dengannya.
  2. Use Case Bisnis:Ini menggambarkan bagaimana sistem mendukung proses bisnis suatu organisasi.
  3. Kasus Pengguna: Ini menggambarkan interaksi antara sistem dan pengguna akhir.
  4. Kasus Sistem: Ini menggambarkan bagaimana bagian-bagian berbeda dari sistem berinteraksi satu sama lain.
  5. Kasus Non-Fungsional: Ini menggambarkan kinerja, keamanan, kenyamanan, dan aspek-aspek non-fungsional lainnya dari sistem.

C. Manfaat Kasus Penggunaan

Kasus penggunaan memberikan beberapa manfaat bagi proyek pengembangan perangkat lunak, termasuk:

  1. Komunikasi yang jelas dan ringkas: Kasus penggunaan menyediakan cara sederhana dan efektif untuk menyampaikan perilaku dan fungsi suatu sistem kepada pemangku kepentingan dan anggota tim.
  2. Validasi kebutuhan: Kasus penggunaan membantu memastikan bahwa semua fitur dan fungsi yang diperlukan telah termasuk dalam sistem, serta memenuhi kebutuhan pengguna.
  3. Pembuatan kasus uji: Kasus penggunaan dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat kasus uji dan skenario, membantu memastikan bahwa sistem diuji secara menyeluruh.
  4. Perencanaan proyek: Kasus penggunaan dapat digunakan untuk membantu merencanakan dan memperkirakan usaha yang diperlukan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem.
  5. Manajemen perubahan: Kasus penggunaan dapat digunakan untuk melacak perubahan pada sistem seiring waktu, serta memastikan bahwa setiap perubahan dievaluasi dan diimplementasikan secara tepat.

Pada bagian selanjutnya, kita akan mengeksplorasi teknik-teknik utama untuk menulis kasus penggunaan yang efektif.

III. Teknik Menulis Kasus Penggunaan yang Efektif

A. Mengidentifikasi Aktor dan Tujuan

Langkah pertama dalam menulis kasus penggunaan yang efektif adalah mengidentifikasi aktor dan tujuan yang relevan terhadap sistem. Aktor adalah siapa saja yang berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan atau objektif tertentu. Tujuan menggambarkan apa yang ingin dicapai aktor dengan berinteraksi dengan sistem.

Untuk mengidentifikasi aktor dan tujuan, dapat membantu untuk mengajukan pertanyaan seperti:

  • Siapa pengguna utama sistem ini?
  • Tugas apa yang harus mereka lakukan menggunakan sistem?
  • Apa tujuan dan objektif utama setiap pengguna?

Setelah aktor dan tujuan diidentifikasi, mereka dapat digunakan untuk menentukan cakupan kasus penggunaan dan memastikan bahwa mereka secara akurat mencerminkan kebutuhan pengguna.

B. Menulis Nama Kasus Penggunaan yang Jelas dan Ringkas

Nama-nama kasus penggunaan harus jelas dan ringkas, serta secara akurat mencerminkan tujuan yang ingin dicapai aktor. Nama kasus penggunaan biasanya mengikuti format ‘kata kerja-kata benda’, di mana kata kerja menggambarkan tindakan yang dilakukan aktor, dan kata benda menggambarkan objek atau sistem yang menjadi sasaran tindakan tersebut.

Sebagai contoh, kasus penggunaan untuk pengguna yang ingin mencari produk di situs e-commerce bisa diberi nama ‘Cari Produk’.

C. Menggunakan Skenario dan Alur Kejadian

Setelah aktor dan tujuan diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan skenario dan alur kejadian untuk setiap kasus penggunaan. Skenario menggambarkan situasi atau konteks tertentu di mana kasus penggunaan mungkin terjadi, dan alur kejadian menggambarkan langkah-langkah atau tindakan yang diambil aktor untuk mencapai tujuan.

Untuk membuat skenario dan alur kejadian yang efektif, dapat membantu untuk:

  • Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari istilah teknis
  • Tulis skenario dan alur kejadian dari sudut pandang pengguna
  • Pecah alur kejadian menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
  • Sertakan semua prasyarat atau asumsi yang diperlukan agar use case dapat berhasil
  • Identifikasi alur alternatif atau eksplisit yang mungkin terjadi

D. Menulis Deskripsi Use Case yang Efektif

Deskripsi use case harus jelas dan ringkas, serta secara akurat menggambarkan perilaku dan fungsi sistem dari sudut pandang pengguna. Deskripsi use case biasanya mencakup:

  • Ringkasan use case, termasuk aktor dan tujuan
  • Deskripsi skenario dan alur kejadian
  • Semua prasyarat atau asumsi yang diperlukan agar use case dapat berhasil
  • Semua alur alternatif atau eksplisit yang mungkin terjadi
  • Semua aturan bisnis atau kendala yang berlaku untuk use case
  • Semua kebutuhan non-fungsional yang relevan terhadap use case

E. Menentukan Prasyarat dan Akibat

Prasyarat adalah kondisi yang harus dipenuhi sebelum use case dapat dieksekusi, sedangkan akibat menggambarkan kondisi sistem setelah use case selesai. Menentukan prasyarat dan akibat dapat membantu memastikan bahwa use case didefinisikan dengan jelas dan semua persiapan atau pembersihan yang diperlukan tercakup.

F. Memasukkan Alur Alternatif dan Alur Eksplisit

Selain alur utama kejadian, penting untuk mengidentifikasi alur alternatif atau eksplisit yang mungkin terjadi selama use case. Alur alternatif menggambarkan situasi di mana pengguna mengambil jalur berbeda untuk mencapai tujuan yang sama, sedangkan alur eksplisit menggambarkan situasi di mana use case tidak dapat diselesaikan secara sukses.

Mengidentifikasi alur alternatif dan eksplisit dapat membantu memastikan bahwa use case komprehensif dan semua skenario yang mungkin terjadi tercakup.

G. Mengidentifikasi Aturan Bisnis

Aturan bisnis adalah kendala dan pedoman yang mengatur perilaku suatu sistem. Aturan ini biasanya didasarkan pada kebijakan organisasi, persyaratan hukum, atau faktor eksternal lainnya.

Mengidentifikasi aturan bisnis yang berlaku untuk setiap use case dapat membantu memastikan bahwa sistemdirancang dan diimplementasikan sesuai dengan aturan-aturan ini. Aturan bisnis harus dimasukkan dalam deskripsi use case, bersama dengan semua kendala atau keterbatasan yang terkait.

H. Meninjau dan Memvalidasi Use Case

Setelah use case ditulis, penting untuk meninjau dan memvalidasinya untuk memastikan bahwa mereka secara akurat mencerminkan kebutuhan dan persyaratan pengguna. Ini dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti tinjauan rekan kerja, pemantauan langkah demi langkah, atau simulasi.

Meninjau dan memvalidasi use case dapat membantu mengidentifikasi masalah atau ketidakkonsistenan dalam persyaratan, serta memastikan bahwa use case lengkap dan didefinisikan dengan baik.

Secara keseluruhan, menggunakan teknik-teknik yang dijelaskan dalam bagian ini dapat membantu memastikan bahwa use case efektif, komprehensif, dan secara akurat mencerminkan kebutuhan pengguna.

IV. Inti dan Detail Penulisan Use Case

A. Template Use Case

Template use case adalah format standar yang dapat digunakan untuk memastikan konsistensi dan kelengkapan di seluruh use case dalam suatu proyek. Template use case umumnya mencakup bagian-bagian berikut:

  • Nama dan identifikasi use case
  • Aktor
  • Tujuan
  • Prasyarat
  • Pasca kondisi
  • Alur utama kejadian
  • Alur alternatif dan alur luar biasa
  • Aturan bisnis
  • Persyaratan non-fungsional

Menggunakan template dapat membantu memperlancar proses penulisan use case dan memastikan bahwa semua informasi yang diperlukan termasuk dalam setiap use case.

B. Pedoman Penulisan

Selain menggunakan template, dapat membantu untuk menetapkan pedoman penulisan use case yang dapat membantu memastikan konsistensi dan kejelasan. Beberapa pedoman yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari istilah teknis
  • Tulis dari sudut pandang pengguna
  • Gunakan kata kerja aktif dan hindari kata kerja pasif
  • Pecah alur kejadian menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
  • Hindari ambiguitas atau ketidakpastian
  • Gunakan contoh konkret dan hindari abstraksi

Menetapkan pedoman yang jelas dapat membantu memastikan bahwa semua use case konsisten dalam nada dan gaya, serta dapat membantu membuat use case lebih mudah dibaca dan dipahami.

C. Diagram Use Case

Diagram use case adalah representasi grafis dari aktor, tujuan, dan use case dalam suatu sistem. Diagram use case dapat digunakan untuk membantu memvisualisasikan hubungan antara berbagai aktor dan use case, serta dapat membantu mengidentifikasi area tumpang tindih atau redundansi.

Untuk membuat diagram use case, mulailah dengan mengidentifikasi aktor dan tujuan mereka. Kemudian, gambar kotak di sekitar setiap use case, dan hubungkan aktor dengan use case menggunakan panah. Diagram use case dapat dibuat sesederhana atau sekompleks yang diperlukan, tergantung pada kebutuhan proyek.

D. Matriks Traseabilitas

Matriks traseabilitas adalah alat yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan tercakup oleh use case. Matriks traseabilitas memetakan kebutuhan ke dalam use case, dan dapat membantu memastikan bahwa semua kebutuhan tercatat.

Untuk membuat matriks traseabilitas, mulailah dengan mencantumkan semua kebutuhan di satu kolom, lalu cantumkan semua use case di kolom lain. Kemudian, isi matriks untuk menunjukkan use case mana yang mencakup setiap kebutuhan. Ini dapat membantu memastikan bahwa semua kebutuhan tercakup dan dapat membantu mengidentifikasi celah atau redundansi dalam use case.

Menggunakan dasar-dasar penulisan use case dapat membantu memastikan bahwa use case jelas, lengkap, dan akurat, serta dapat membantu memastikan bahwa semua kebutuhan tercatat.

V. Kesalahan Umum dalam Penulisan Use Case

Meskipun use case dapat menjadi alat yang kuat untuk menangkap kebutuhan pengguna dan merancang sistem yang efektif, ada beberapa kesalahan umum yang dapat mengurangi efektivitasnya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum dalam penulisan use case:

A. Gagal fokus pada tujuan pengguna

Salah satu kesalahan terbesar dalam penulisan use case adalah gagal fokus pada tujuan pengguna. Use case seharusnya ditulis dari sudut pandang pengguna, dan harus berfokus pada tujuan dan kebutuhan pengguna. Gagal melakukannya dapat menghasilkan use case yang terlalu teknis atau terlalu fokus pada fitur sistem, bukan kebutuhan pengguna.

B. Menggunakan istilah teknis

Kesalahan umum lain dalam penulisan use case adalah menggunakan istilah teknis yang mungkin tidak dikenal oleh pengguna. Use case seharusnya ditulis dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna. Menghindari istilah teknis dapat membantu memastikan bahwa use case jelas dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.

C. Gagal mempertimbangkan alur alternatif dan alur luar biasa

Use case sebaiknya tidak hanya berfokus pada alur utama kejadian, tetapi juga mempertimbangkan alur alternatif dan alur ekssepsional. Tidak melakukan hal tersebut dapat menghasilkan use case yang tidak secara memadai menangkap semua skenario yang mungkin muncul selama penggunaan sistem. Memasukkan alur alternatif dan alur ekssepsional dapat membantu memastikan bahwa use case bersifat komprehensif dan akurat.

D. Memasukkan Terlalu Banyak Detail

Meskipun use case harus mencakup semua informasi yang diperlukan, memasukkan terlalu banyak detail dapat membuat use case terlalu kompleks dan sulit dipahami. Use case sebaiknya berfokus pada tujuan dan kebutuhan tingkat tinggi pengguna, bukan terjebak dalam hal-hal kecil. Hanya memasukkan detail yang diperlukan dapat membantu memastikan bahwa use case ringkas dan mudah dipahami.

E. Gagal Meninjau dan Memvalidasi Use Case

Akhirnya, gagal meninjau dan memvalidasi use case dapat menjadi kesalahan besar. Use case harus ditinjau dan divalidasi untuk memastikan bahwa mereka secara akurat mencerminkan kebutuhan dan persyaratan pengguna. Tidak melakukan hal tersebut dapat menghasilkan use case yang tidak akurat atau tidak lengkap, yang dapat menyebabkan masalah selama pengembangan dan implementasi sistem.

Dengan menghindari kesalahan umum ini dan mengikuti praktik terbaik yang dijelaskan dalam panduan ini, Anda dapat menulis use case yang efektif yang secara akurat menangkap kebutuhan dan persyaratan pengguna Anda.

VI. Praktik Terbaik untuk Penulisan Use Case

A. Melibatkan Stakeholder

Salah satu praktik terbaik untuk penulisan use case adalah melibatkan stakeholder sepanjang proses. Ini mencakup pengguna, pengembang, manajer proyek, dan stakeholder kunci lainnya. Melibatkan stakeholder dapat membantu memastikan bahwa use case secara akurat mencerminkan kebutuhan dan persyaratan pengguna, serta membantu memastikan bahwa sistem dirancang dan diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

B. Menggunakan Metodologi Agile

Praktik terbaik lain untuk penulisan use case adalah menggunakan metodologi agile. Metodologi agile menekankan kolaborasi, fleksibilitas, dan iterasi, yang dapat sangat efektif saat menulis use case. Dengan menggunakan metodologi agile, Anda dapat melibatkan stakeholder sepanjang proses, melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan, dan memastikan bahwa use case secara akurat mencerminkan kebutuhan pengguna yang terus berkembang.

C. Melibatkan Jaminan Kualitas

Praktik terbaik lain untuk penulisan use case adalah melibatkan jaminan kualitas (QA) sepanjang proses. Profesional QA dapat membantu memastikan bahwa use case akurat, lengkap, dan efektif. Dengan melibatkan profesional QA sepanjang proses, Anda dapat mengidentifikasi masalah potensial lebih awal dan memastikan bahwa use case memenuhi standar kualitas yang diperlukan.

D. Menjaga Use Case Tetap Mutakhir

Akhirnya, praktik terbaik untuk penulisan use case adalah menjaga use case tetap mutakhir. Use case sebaiknya merupakan dokumen hidup yang diperbarui sepanjang proses pengembangan dan implementasi. Dengan menjaga use case tetap mutakhir, Anda dapat memastikan bahwa mereka secara akurat mencerminkan kebutuhan dan persyaratan pengguna, serta membantu mencegah masalah potensial selama pengembangan dan implementasi sistem.

Dengan mengikuti praktik terbaik ini, Anda dapat memastikan bahwa use case Anda efektif, akurat, dan mutakhir, serta membantu memastikan keberhasilan proyek pengembangan dan implementasi sistem Anda.

VII. Kesimpulan

Penulisan use case yang efektif merupakan komponen krusial dalam pengembangan dan implementasi sistem. Use case merupakan alat penting untuk menangkap kebutuhan pengguna dan merancang sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan mengikuti praktik terbaik yang dijelaskan dalam panduan ini dan menghindari kesalahan umum, Anda dapat menulis use case yang efektif yang secara akurat mencerminkan kebutuhan dan persyaratan pengguna Anda.

Ringkasan Poin-Poin Utama:

  • Use case sebaiknya berfokus pada tujuan dan kebutuhan pengguna.
  • Gunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami oleh pengguna.
  • Pertimbangkan alur alternatif dan alur ekssepsional untuk memastikan use case bersifat komprehensif.
  • Hanya sertakan detail yang diperlukan untuk memastikan use case ringkas dan mudah dipahami.
  • Tinjau dan validasi use case untuk memastikan mereka secara akurat mencerminkan kebutuhan pengguna.
  • Libatkan stakeholder sepanjang proses untuk memastikan use case akurat dan efektif.
  • Gunakan metodologi agile untuk melibatkan stakeholder dan memastikan use case mencerminkan kebutuhan yang terus berkembang.
  • Libatkan jaminan kualitas sepanjang proses untuk memastikan use case memenuhi standar kualitas yang diperlukan.
  • Jaga agar use case tetap mutakhir sepanjang proses pengembangan dan implementasi.

Dengan mengikuti poin-poin utama ini, Anda dapat menulis use case yang efektif yang akan membantu memastikan keberhasilan proyek pengembangan dan implementasi sistem Anda. Penulisan use case yang efektif sangat penting untuk menangkap kebutuhan pengguna dan merancang sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Use case merupakan alat yang kuat yang dapat membantu memastikan keberhasilan proyek Anda dan kepuasan pengguna Anda.

Sumber Daya Pemodelan UML

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *