de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Menguasai UML: Panduan Lengkap tentang Bahasa Pemodelan Terpadu

Tujuan UML

Bahasa Pemodelan Terpadu (UML) adalah bahasa standar untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan artefak sistem perangkat lunak. Dibuat oleh Kelompok Manajemen Objek (OMG), UML telah menjadi alat penting untuk memodelkan sistem perangkat lunak maupun sistem non-perangkat lunak. Meskipun UML bukan bahasa pemrograman, berbagai alat dapat menghasilkan kode dalam bahasa yang berbeda menggunakan diagram UML.

Unified Modeling Language (UML logo)

Poin-Poin Utama:

  • Bahasa Pemodelan Umum: UML digunakan untuk memodelkan sistem perangkat lunak dan sistem non-perangkat lunak seperti alur proses di unit manufaktur.
  • Konsep Berbasis Objek: UML mengikuti metodologi berbasis objek, sehingga sangat ideal untuk memodelkan sistem berbasis objek.
  • Penggunaan yang Fleksibel: Diagram UML digambar dari berbagai sudut pandang seperti desain, implementasi, dan pengembangan.

Memodelkan Tampilan Arsitektur Menggunakan UML

UML memainkan peran penting dalam menentukan berbagai sudut pandang suatu sistem, yang dikenal sebagai 4+1 Tampilan dari Arsitektur Perangkat Lunak. Tampilan-tampilan ini mencakup:

Modeling structure views using UML

  1. Tampilan Kasus Penggunaan: Menggambarkan fungsi sistem, antarmuka eksternalnya, dan pengguna utamanya.
  2. Tampilan Logis: Menggambarkan struktur sistem dalam hal unit implementasi, seperti paket, kelas, dan antarmuka.
  3. Tampilan Implementasi: Menggambarkan bagaimana artefak pengembangan diatur dalam sistem file.
  4. Tampilan Proses: Menggambarkan struktur saat runtime sistem, termasuk komponen dengan perilaku saat runtime dan interaksi.
  5. Tampilan Penempatan: Menggambarkan bagaimana sistem dipetakan ke perangkat keras.

Tampilan Tambahan:

  • Tampilan Data: Spesialisasi dari tampilan logis, digunakan jika persistensi merupakan aspek penting dari sistem.

14 Jenis Diagram dalam UML 2

Diagram UML dikategorikan menjadi diagram struktural dan diagram perilaku.

Diagram Struktural

Diagram struktural menunjukkan struktur statis sistem dan bagian-bagiannya. Terdapat tujuh jenis diagram struktural:

  1. Diagram Kelas: Menggambarkan objek dalam sistem dan hubungan antar objek tersebut.
  2. Diagram Objek: Contoh dari diagram kelas, yang menangkap kondisi sistem pada saat tertentu.
  3. Diagram Komponen: Menggambarkan tampilan implementasi statis suatu sistem, yang terdiri dari komponen fisik seperti perpustakaan dan file.
  4. Diagram Penempatan: Menggambarkan tampilan penempatan statis suatu sistem, menunjukkan node dan hubungan antar node tersebut.
  5. Diagram Paket: Menampilkan paket dan ketergantungan antar paket.
  6. Diagram Struktur Komposit: Menggambarkan struktur internal suatu kelas dan kolaborasi yang dapat diwujudkan.
  7. Diagram Profil: Memungkinkan pembuatan stereotip khusus domain dan platform serta mendefinisikan hubungan antar stereotip tersebut.

Diagram Perilaku

Diagram perilaku menunjukkan perilaku dinamis objek dalam suatu sistem. Terdapat tujuh jenis diagram perilaku:

  1. Diagram Kasus Penggunaan: Menggambarkan kebutuhan fungsional sistem dalam hal kasus penggunaan dan aktor.
  2. Diagram Mesin Status: Memodelkan seluruh siklus hidup suatu objek, menunjukkan status dan transisi.
  3. Diagram Aktivitas: Menggambarkan perilaku dinamis, memodelkan semua jenis aliran seperti paralel, tunggal, dan konkuren.
  4. Diagram Urutan: Memodelkan kolaborasi objek berdasarkan urutan waktu.
  5. Diagram Komunikasi: Berfokus pada menunjukkan kolaborasi objek, bukan urutan waktu.
  6. Diagram Gambaran Interaksi: Menyediakan gambaran umum alur kontrol dari interaksi.
  7. Diagram Waktu: Menunjukkan perilaku objek selama periode waktu tertentu.

Ringkasan

UML adalah bahasa pemodelan yang tidak bersifat kepemilikan dan terbuka yang memenuhi kebutuhan komunitas pengguna dan ilmiah. Ia menyatukan perspektif di antara berbagai jenis sistem, tahap pengembangan, dan konsep internal, menjadikannya alat yang serbaguna dan banyak digunakan di industri.

Manfaat Utama:

  • Standarisasi: UML mengakhiri banyak perbedaan antara bahasa pemodelan sebelumnya.
  • Perspektif yang Disatukan: Ia menyatukan pandangan di antara berbagai sistem dan tahap pengembangan.
  • Adopsi Luas: Banyak metodolog, organisasi, dan vendor alat telah berkomitmen untuk menggunakan UML, memastikan adopsinya yang luas.

Kemampuan UML untuk memodelkan sistem kompleks dari berbagai perspektif menjadikannya alat yang tak ternilai bagi para pengembang, pengguna bisnis, dan siapa saja yang tertarik memahami dan merancang sistem secara efektif.

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *