de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Panduan Lengkap tentang Arsitektur Sistem Webstore

Panduan ini memberikan gambaran rinci mengenai arsitektur sistem Webstore seperti yang ditampilkan dalam diagram. Sistem dibagi menjadi beberapa subsistem dan komponen, masing-masing bertanggung jawab atas fungsi-fungsi tertentu. Arsitektur ini menjamin modularitas, skalabilitas, dan kemudahan pemeliharaan.

1. Gambaran Umum

Sistem Webstore dirancang untuk menangani berbagai fungsi yang terkait dengan platform belanja online. Sistem ini dibagi menjadi tiga subsistem utama: Webstore, Gudang, dan Akuntansi. Setiap subsistem berisi komponen-komponen yang saling berinteraksi untuk memberikan pengalaman pengguna yang mulus.

Component diagram

2. Subsistem dan Komponen

Subsistem Webstore

Subsistem Webstore bertanggung jawab atas fungsi inti dari platform belanja online. Ini mencakup komponen-komponen berikut:

  • Komponen Mesin Pencari: Menangani pencarian produk dan pencarian persediaan.
  • Komponen Keranjang Belanja: Mengelola keranjang belanja pengguna dan proses pembelian.
  • Komponen Otorisasi: Menangani pendaftaran pengguna dan masuk ke sistem.

Subsistem Gudang

Subsistem Gudang mengelola persediaan dan memastikan produk tersedia untuk dibeli. Ini mencakup:

  • Komponen Persediaan: Mengelola persediaan dan mencari produk yang tersedia.

Subsistem Akuntansi

Subsistem Akuntansi menangani manajemen pesanan dan informasi pelanggan. Ini mencakup:

  • Komponen Pesanan: Mengelola pesanan dan berinteraksi dengan komponen Keranjang Belanja dan Pelanggan.
  • Komponen Pelanggan: Mengelola informasi pelanggan dan berinteraksi dengan komponen Otorisasi dan Pesanan.

3. Interaksi Komponen

Komponen Mesin Pencari

  • Pencarian Produk: Memulai pencarian produk.
  • Pencarian Persediaan: Mencari persediaan untuk produk yang tersedia.

Komponen Keranjang Belanja

  • Beli: Menangani proses pembelian.
  • Kelola Pesanan: Berinteraksi dengan komponen Pesanan untuk mengelola pesanan.
  • Sesi Pengguna: Mengelola sesi pengguna selama proses belanja.

Komponen Autentikasi

  • Pendaftaran: Menangani pendaftaran pengguna.
  • Masuk: Menangani masuk pengguna.
  • Kelola Pelanggan: Berinteraksi dengan komponen Pelanggan untuk mengelola informasi pelanggan.

Komponen Persediaan

  • Cari Persediaan: Mencari persediaan untuk produk yang tersedia.
  • Kelola Persediaan: Mengelola persediaan dan berinteraksi dengan subsistem Gudang.

Komponen Pesanan

  • Kelola Pesanan: Mengelola pesanan dan berinteraksi dengan komponen Keranjang Belanja dan Pelanggan.

Komponen Pelanggan

  • Kelola Pelanggan: Mengelola informasi pelanggan dan berinteraksi dengan komponen Autentikasi dan Pesanan.

4. Alur Data dan Interaksi

Interaksi Pengguna

  • Pencarian Produk: Pengguna memulai pencarian produk, yang ditangani oleh komponen Mesin Pencari.
  • Pendaftaran dan Masuk: Pengguna mendaftar dan masuk melalui komponen Autentikasi.
  • Beli: Pengguna menambahkan produk ke keranjang belanja mereka dan melanjutkan pembelian, yang ditangani oleh komponen Keranjang Belanja.

Interaksi Internal

  • Cari Persediaan: Komponen Mesin Pencari dan Persediaan berinteraksi untuk mencari produk yang tersedia.
  • Kelola Pesanan: Komponen Keranjang Belanja dan Pesanan berinteraksi untuk mengelola pesanan.
  • Kelola Pelanggan: Komponen Autentikasi dan Pelanggan berinteraksi untuk mengelola informasi pelanggan.

5. Kesimpulan

Arsitektur sistem Webstore dirancang agar modular dan dapat diskalakan, dengan pemisahan yang jelas antara subsistem dan komponen. Setiap komponen memiliki peran khusus dan berinteraksi dengan komponen lain untuk memberikan pengalaman pengguna yang mulus. Arsitektur ini memastikan bahwa sistem dapat dengan mudah dipelihara dan diskalakan sesuai kebutuhan.

Dengan memahami interaksi dan tanggung jawab setiap komponen, pengembang dan pemangku kepentingan dapat secara efektif mengelola dan meningkatkan sistem Webstore.

Referensi

  1. Apa itu Diagram Komponen? – Visual Paradigm
  2. Tutorial Diagram Komponen – Visual Paradigm
  3. Diagram Komponen – Diagram UML 2 – Alat Pemodelan UML – Visual Paradigm
  4. Panduan Praktis UML – Semua yang perlu Anda ketahui tentang pemodelan UML – Visual Paradigm
  5. Menguasai Seni Diagram Komponen UML: Panduan untuk Pemodelan dan Desain Arsitektur Perangkat Lunak – Panduan Visual Paradigm
  6. Apa itu Bahasa Pemodelan Terpadu (UML)? – Visual Paradigm
  7. Diagram Komponen vs Diagram Penempatan dalam UML – Panduan Visual Paradigm
  8. Alat Diagram Komponen Gratis – Visual Paradigm
  9. Cara Menggambar Diagram Komponen dalam UML? – Visual Paradigm
  10. Cara Menggambar Diagram Komponen? – Visual Paradigm

Referensi ini memberikan gambaran komprehensif tentang diagram komponen dan penerapannya dalam UML, mencakup berbagai aspek mulai dari konsep dasar hingga teknik dan alat tingkat lanjut.

 

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *