de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Menggunakan Diagram Aktivitas dan Diagram Urutan untuk Mewakili Kasus Penggunaan

Dalam pengembangan perangkat lunak, teknik pemodelan visual sangat penting untuk memahami dan mendokumentasikan proses. Diagram aktivitas dan diagram urutan adalah dua alat yang kuat yang dapat membantu mewakili kasus penggunaan dan berbagai skenario mereka secara efektif. Artikel ini menjelaskan cara menggunakan diagram aktivitas untuk mewakili kasus penggunaan dan cara mendetailkan setiap skenario dengan diagram urutan.

Memahami Kasus Penggunaan

Sebuah kasus penggunaan mendeskripsikan interaksi khusus antara pengguna (atau aktor) dan sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Ini menguraikan persyaratan fungsional sistem dari sudut pandang pengguna. Setiap kasus penggunaan dapat memiliki beberapa skenario, termasuk skenario sukses utama dan berbagai jalur alternatif.

Langkah 1: Identifikasi Kasus Penggunaan

Mulailah dengan mengidentifikasi kasus penggunaan yang ingin Anda model. Ini biasanya melibatkan:

  • Mengumpulkan Persyaratan: Pahami kebutuhan para pemangku kepentingan.
  • Menentukan Aktor: Identifikasi pengguna atau sistem yang akan berinteraksi dengan kasus penggunaan.
  • Menetapkan Tujuan: Tentukan dengan jelas apa yang ingin dicapai oleh kasus penggunaan.

Langkah 2: Buat Diagram Aktivitas

Sebuah diagram aktivitasmencatat alur tindakan dalam sebuah kasus penggunaan dan membantu memvisualisasikan proses keseluruhan. Berikut cara membuatnya:

  1. Tentukan Aktivitas: Daftar aktivitas yang terlibat dalam kasus penggunaan, termasuk tindakan pengguna dan respons sistem.
  2. Identifikasi Titik Keputusan: Tentukan di mana keputusan harus dibuat yang memengaruhi alur proses.
  3. Peta Alur: Gunakan panah untuk menunjukkan urutan aktivitas. Mulai dari keadaan awal dan berakhir dengan hasil akhir.
  4. Integrasikan Aktivitas Paralel: Jika beberapa tindakan dapat terjadi secara bersamaan, wakili dengan node cabang.
  5. Ulas dan Sempurnakan: Pastikan diagram secara akurat mencerminkan skenario kasus penggunaan dan mudah dipahami.

Contoh Diagram Aktivitas

  • Kasus Penggunaan: Pendaftaran Pengguna
    • Mulai
    • Masukkan Detail Pengguna
    • Validasi Masukan
      • Jika valid, lanjutkan ke Buat Akun
      • Jika tidak valid, tampilkan Pesan Kesalahan
    • Akhir

Langkah 3: Identifikasi Skenario

Setelah diagram aktivitas selesai, identifikasi berbagai skenario dari use case:

  • Skenario Sukses Utama: Alur ideal di mana semuanya berjalan sesuai rencana.
  • Skenario Alternatif: Jalur yang mewakili kesalahan atau pilihan alternatif.

Langkah 4: Buat Diagram Urutan untuk Setiap Skenario

A diagram urutan menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dalam suatu skenario tertentu seiring waktu. Untuk setiap skenario yang diidentifikasi, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi Objek: Tentukan objek (aktor, sistem) yang terlibat dalam skenario.
  2. Tentukan Pesan: Daftar pesan yang ditukar antar objek, yang mewakili pemanggilan fungsi, respons, atau aliran data.
  3. Peta Urutan: Atur objek secara horizontal dan gambar garis vertikal untuk mewakili lifeline mereka. Gunakan panah untuk menunjukkan aliran pesan sesuai urutan terjadinya.
  4. Sertakan Kotak Aktivitas: Tunjukkan periode saat objek aktif atau memproses pesan.
  5. Ulas: Pastikan diagram urutan secara akurat merepresentasikan interaksi untuk skenario tertentu.

Contoh Diagram Urutan untuk Pendaftaran Pengguna

  • Objek: Pengguna, Formulir Pendaftaran, Layanan Validasi, Basis Data
  • Pesan:
    • Pengguna → Formulir Pendaftaran: Kirim Detail
    • Formulir Pendaftaran → Layanan Validasi: Validasi Masukan
    • Layanan Validasi → Formulir Pendaftaran: Kembalikan Hasil Validasi
    • Formulir Pendaftaran → Basis Data: Buat Akun Pengguna
    • Basis Data → Formulir Pendaftaran: Konfirmasi

Kesimpulan

Menggunakan diagram aktivitas dan diagram urutan bersamaan memberikan pandangan komprehensif tentang kasus penggunaan dan skenario-skenarionya. Diagram diagram aktivitasmemberikan gambaran umum alur proses, sedangkan diagram urutanmendetailkan interaksi dalam setiap skenario secara individual. Pendekatan terstruktur ini meningkatkan pemahaman, membantu komunikasi antar pemangku kepentingan, dan berfungsi sebagai referensi berharga sepanjang proses pengembangan.

 

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *