Pendahuluan
Sebuah diagram kasus penggunaanadalah jenis diagram perilaku yang didefinisikan oleh Bahasa Pemodelan Terpadu (UML). Digunakan untuk menggambarkan interaksi antara pengguna (aktor) dan sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Diagram kasus penggunaan sangat penting untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan fungsional suatu sistem dari sudut pandang pengguna. Tutorial ini akan memandu Anda membuat dan memahami diagram kasus penggunaan, menggunakan sistem penyewaan sepeda Wheels sebagai contoh.
Apa itu Diagram Kasus Penggunaan?
Sebuah diagram kasus penggunaanterdiri dari komponen utama berikut:
- Aktor: Mewakili pengguna atau sistem eksternal yang berinteraksi dengan sistem. Aktor bisa berupa manusia, sistem lain, atau perangkat keras.
- Kasus Penggunaan: Mewakili fungsi atau layanan tertentu yang sistem sediakan kepada aktor. Setiap kasus penggunaan menggambarkan tujuan yang ingin dicapai aktor dengan berinteraksi dengan sistem.
- Hubungan:
- Asosiasi Komunikasi: Garis yang menghubungkan aktor ke kasus penggunaan, menunjukkan bahwa aktor berpartisipasi dalam kasus penggunaan tersebut.
- Sertakan: Hubungan antar kasus penggunaan di mana satu kasus penggunaan menyertakan perilaku dari kasus penggunaan lain.
- Perluas: Hubungan antar kasus penggunaan di mana satu kasus penggunaan memperluas perilaku kasus penggunaan lain dalam kondisi tertentu.
Membuat Diagram Kasus Penggunaan
Langkah 1: Mengidentifikasi Aktor
Identifikasi semua aktor yang akan berinteraksi dengan sistem. Untuk sistem penyewaan sepeda Wheels, aktor-aktornya adalah:
- Administrator
- Resepsionis
Langkah 2: Mengidentifikasi Kasus Penggunaan
Identifikasi fungsi utama atau layanan yang disediakan sistem. Setiap kasus penggunaanharus mewakili tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh aktor. Untuk sistem Wheels, kasus penggunaan adalah:
- Pertahankan daftar sepeda
- Pertahankan daftar pelanggan
- Kelola pertanyaan
- Keluaran sepeda
- Kelola pengembalian sepeda
- Temukan sepeda
- Cetak struk
Langkah 3: Gambar Diagram Kasus Penggunaan
- Gambar Aktor: Wakili aktor sebagai gambar orang tongkat.
- Gambar Kasus Penggunaan: Wakili kasus penggunaan sebagai oval.
- Hubungkan Aktor dan Kasus Penggunaan: Gunakan garis untuk menghubungkan aktor dengan kasus penggunaan yang mereka ikuti.
- Tambahkan Hubungan: Gunakan panah putus-putus untuk mewakili hubungan “include” dan “extend”.
Contoh: Sistem Penyewaan Sepeda Wheels
Mari kita buat diagram kasus penggunaan untuk sistem penyewaan sepeda Wheels berdasarkan gambar yang disediakan.
Aktor:
- Administrator
- Resepsionis
Kasus Penggunaan:
- Pertahankan daftar sepeda
- Pertahankan daftar pelanggan
- Kelola pertanyaan
- Keluaran sepeda
- Kelola pengembalian sepeda
- Temukan sepeda
- Cetak kwitansi
Diagram Kasus Penggunaan:

Penjelasan:
- Aktor:
Administrator(adm)Petugas Resepsionis(rec)
- Kasus Penggunaan:
Pemeliharaan daftar sepeda(UC1)Pemeliharaan daftar pelanggan(UC2)Menangani pertanyaan(UC3)Menerbitkan sepeda(UC4)Menangani pengembalian sepeda(UC5)Mencari sepeda(UC6)Cetak kwitansi(UC7)
- Hubungan:
- The
Petugas Resepsionisterlibat dalamMenangani pertanyaan,Menerbitkan sepeda, danMenangani pengembalian sepeda. - The
Administratorterlibat dalamMemelihara daftar sepedadanMemelihara daftar pelanggan. - The
Menerbitkan sepedakasus penggunaan mencakupMenangani pertanyaankasus penggunaan. - The
Menangani pengembalian sepedakasus penggunaan mencakupCetak strukkasus penggunaan. - The
Menerbitkan sepedakasus penggunaan memperluasMemelihara daftar pelanggankasus penggunaan. - The
Temukan sepedause case termasuk dalamPertahankan daftar sepeda,Pertahankan daftar pelanggan,Kelola pertanyaan, danKeluarkan sepeda.
- The
Deskripsi Use Case
Selain diagram, penting untuk mendokumentasikan use case dengan deskripsi. Deskripsi use case biasanya mencakup:
- Nama Use Case: Nama dari use case.
- Aktor: Aktor yang terlibat dalam use case.
- Tujuan: Tujuan atau tujuan dari use case.
- Ringkasan: Deskripsi singkat tentang apa yang terjadi dalam use case.
- Alur Kegiatan Biasa: Deskripsi langkah demi langkah dari alur kegiatan normal.
- Alur Alternatif: Deskripsi mengenai alur kegiatan alternatif atau eksplisit.
Contoh: Deskripsi Use Case Keluarkan Sepeda
Use Case: Keluarkan sepeda
Aktor: Petugas resepsionis
Tujuan: Untuk menyewakan sepeda
Ikhtisar: Ketika seorang pelanggan datang ke toko, mereka memilih sepeda untuk disewa. Petugas resepsionis mencari informasi sepeda di sistem dan memberi tahu pelanggan berapa biaya yang harus dibayar untuk menyewa sepeda selama periode tertentu. Pelanggan membayar, menerima struk, dan kemudian pergi dengan sepeda tersebut.
Alur Kegiatan Khas:
- Pelanggan memilih sepeda.
- Petugas resepsionis memasukkan nomor sepeda.
- Sistem menampilkan detail sepeda, termasuk tarif sewa harian dan uang jaminan.
- Pelanggan menentukan durasi sewa.
- Petugas resepsionis memasukkan durasi sewa.
- Sistem menampilkan total biaya sewa.
- Pelanggan menyetujui harga tersebut.
- Petugas resepsionis memasukkan detail pelanggan.
- Sistem menampilkan detail pelanggan.
- Pelanggan membayar total biaya.
- Petugas resepsionis mencatat jumlah yang dibayar.
- Sistem mencetak struk.
Alur Alternatif:
- Langkah 8 dan 9: Detail pelanggan sudah ada di sistem, sehingga petugas resepsionis hanya perlu memasukkan identifikasi, dan sistem akan menampilkan detail pelanggan.
- Langkah 7-12: Pelanggan mungkin tidak puas dengan harga dan dapat menghentikan transaksi.
Use Case Issue Bike: Penjelasan Rinci
Use case “Issue Bike” dalam sistem penyewaan sepeda Wheels merepresentasikan proses menyewakan sepeda kepada pelanggan. Use case ini melibatkan beberapa interaksi antara petugas resepsionis dan sistem untuk mencapai tujuan penerbitan sepeda. Di bawah ini, kami akan menjelaskan alur kejadian dalam use case “Issue Bike” dan bagaimana hubungannya dengan use case “include” dan “extend”.
Pemain:
- Petugas resepsionis: Pemain utama yang berinteraksi dengan sistem untuk menerbitkan sepeda.
Tujuan:
- Untuk menyewakan sepeda kepada pelanggan.
Ikhtisar:
Ketika seorang pelanggan datang ke toko, mereka memilih sepeda untuk disewa. Petugas resepsionis mencari informasi sepeda di sistem dan memberi tahu pelanggan berapa biaya yang harus dibayar untuk menyewa sepeda selama periode tertentu. Pelanggan membayar, menerima struk, dan kemudian pergi dengan sepeda tersebut.
Alur Kegiatan Khas:
- Pelanggan Memilih Sepeda: Pelanggan memilih sepeda dari pilihan yang tersedia.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Nomor Sepeda: Petugas resepsionis memasukkan nomor sepeda ke dalam sistem.
- Sistem Menampilkan Detail Sepeda: Sistem menampilkan detail sepeda, termasuk tarif sewa harian dan uang jaminan.
- Pelanggan Menentukan Durasi Sewa: Pelanggan menunjukkan berapa lama mereka ingin menyewa sepeda.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Durasi Sewa: Petugas resepsionis memasukkan durasi sewa ke dalam sistem.
- Sistem Menampilkan Total Biaya Sewa: Sistem menghitung dan menampilkan total biaya menyewa sepeda.
- Pelanggan Menyetujui Harga: Pelanggan memastikan bahwa mereka setuju dengan biaya sewa.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Detail Pelanggan: Petugas resepsionis memasukkan detail pelanggan ke dalam sistem.
- Sistem Menampilkan Detail Pelanggan: Sistem menampilkan detail pelanggan yang telah dimasukkan untuk diverifikasi.
- Pelanggan Membayar Total Biaya: Pelanggan melakukan pembayaran.
- Petugas Resepsionis Mencatat Jumlah Pembayaran: Petugas resepsionis mencatat pembayaran dalam sistem.
- Sistem Mencetak Kwitansi: Sistem menghasilkan dan mencetak kwitansi untuk pelanggan.
Hubungan dengan Use Case Lain:
- Hubungan Include:
- Menangani Pertanyaan: Use case “Keluarkan Sepeda” mencakup use case “Menangani Pertanyaan”. Ini berarti bahwa setiap kali sepeda dikeluarkan, sistem harus menangani pertanyaan mengenai ketersediaan dan biaya sepeda. Alur kejadian dalam use case “Keluaran Sepeda” selalu melibatkan penanganan pertanyaan.
- Temukan Sepeda: Kasus penggunaan “Issue Bike” mencakup kasus penggunaan “Find Bike”. Ini berarti bahwa petugas resepsionis akan menggunakan sistem untuk mencari detail sepeda berdasarkan nomor sepeda yang dimasukkan. Ini merupakan langkah yang diperlukan dalam penerbitan sepeda.
- Hubungan Perluasan:
- Pemeliharaan Daftar Pelanggan: Kasus penggunaan “Issue Bike” memperluas kasus penggunaan “Maintain Customer List”. Ini berarti bahwa selama proses penerbitan sepeda, sistem mungkin perlu menambahkan pelanggan baru atau memperbarui detail pelanggan yang sudah ada. Perluasan ini bersifat kondisional dan hanya terjadi jika diperlukan.
Alur Kejadian dengan Kasus Penggunaan Include dan Extend:
- Pelanggan Memilih Sepeda: Pelanggan memilih sepeda.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Nomor Sepeda: Petugas resepsionis memasukkan nomor sepeda.
- Sertakan: Cari Sepeda: Sistem mencari detail sepeda berdasarkan nomor yang dimasukkan.
- Sistem Menampilkan Detail Sepeda: Sistem menampilkan detail sepeda, termasuk tarif sewa harian dan uang jaminan.
- Sertakan: Tangani Pertanyaan: Sistem menangani pertanyaan mengenai ketersediaan dan biaya sepeda.
- Pelanggan Menentukan Durasi Sewa: Pelanggan menunjukkan durasi sewa.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Durasi Sewa: Petugas resepsionis memasukkan durasi sewa.
- Sistem Menampilkan Biaya Sewa Total: Sistem menghitung dan menampilkan biaya sewa total.
- Pelanggan Menyetujui Harga: Pelanggan mengonfirmasi biaya sewa.
- Petugas Resepsionis Memasukkan Detail Pelanggan: Petugas resepsionis memasukkan detail pelanggan.
- Perluas: Pemeliharaan Daftar Pelanggan: Jika pelanggan baru atau jika detailnya perlu diperbarui, sistem akan menambahkan atau memperbarui informasi pelanggan.
- Sistem Menampilkan Detail Pelanggan: Sistem menampilkan detail pelanggan yang dimasukkan untuk verifikasi.
- Pelanggan Membayar Total Biaya: Pelanggan melakukan pembayaran.
- Petugas Resepsionis Mencatat Jumlah Pembayaran: Petugas resepsionis mencatat pembayaran.
- Sistem Mencetak Kwitansi: Sistem menghasilkan dan mencetak kwitansi untuk pelanggan.
Use case “Keluarkan Sepeda” adalah proses komprehensif yang melibatkan beberapa interaksi antara petugas resepsionis dan sistem. Penggunaan hubungan “include” dengan use case “Temukan Sepeda” dan “Kelola Pertanyaan” memastikan bahwa langkah-langkah penting seperti menemukan detail sepeda dan menangani pertanyaan selalu dilakukan. Hubungan “extend” dengan use case “Pertahankan Daftar Pelanggan” memungkinkan penambahan atau pembaruan detail pelanggan secara kondisional, memberikan fleksibilitas dalam proses penerbitan sepeda. Memahami hubungan-hubungan ini membantu dalam menciptakan sistem yang tangguh dan berfokus pada pengguna yang secara efektif memenuhi kebutuhan fungsional sistem penyewaan sepeda Wheels.
Kesimpulan
Diagram use caseadalah alat penting dalam proses pengembangan perangkat lunak, khususnya dalam lingkup pengembangan berorientasi objek. Mereka menyediakan representasi visual yang jelas dan ringkas tentang bagaimana pengguna (aktor) berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan tertentu (use case). Dengan mengidentifikasi aktor, use case, dan hubungan antar keduanya, pengembang dapat secara efektif memodelkan dan menyampaikan kebutuhan fungsional suatu sistem.
Dalam konteks sistem penyewaan sepeda Wheels, kami telah menunjukkan bagaimana membuat diagram use caseyang menangkap interaksi antara aktor yang berbeda (Petugas Resepsionis dan Administrator) dan fungsi sistem (seperti mempertahankan daftar sepeda dan pelanggan, menangani pertanyaan, menerbitkan sepeda, dan menangani pengembalian sepeda). Kami juga telah menunjukkan bagaimana mengintegrasikan hubungan seperti “include” dan “extend” untuk mewakili perilaku umum dan tambahan, masing-masing.
Diagram use case, bersama dengan deskripsinya, berfungsi sebagai dasar untuk kegiatan pengembangan lebih lanjut, termasuk pembuatan model UML lainnya dan implementasi sistem secara keseluruhan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dalam tutorial ini, pengembang dapat memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman komprehensif terhadap kebutuhan sistem dan dapat secara efektif menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pemangku kepentingan.
Secara ringkas, menguasai pembuatan dan interpretasi diagram use caseadalah sangat penting bagi setiap pengembang perangkat lunak yang bertujuan untuk membangun sistem yang tangguh dan berfokus pada pengguna. Dengan latihan, diagram ini menjadi alat yang tak ternilai untuk memodelkan, mendokumentasikan, dan memvalidasi kebutuhan fungsional dari setiap proyek perangkat lunak.
This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский and Việt Nam.










