de_DEen_USes_ESfa_IRfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Pemodelan Logika Pengulangan dan Iterasi Menggunakan Diagram Urutan UML

Pendahuluan

Diagram Urutan dalam Bahasa Pemodelan Terpadu (UML) adalah alat yang kuat untuk menggambarkan perilaku dinamis suatu sistem dengan menunjukkan bagaimana objek berinteraksi seiring waktu. Salah satu aspek utama dalam memodelkan interaksi kompleks adalah merepresentasikan logika pengulangan dan iterasi. Artikel ini akan memandu Anda dalam memodelkan logika pengulangan dan iterasi menggunakan Diagram Urutan UML, dengan fokus pada contoh yang disediakan. Selain itu, kami akan merekomendasikan Visual Paradigm sebagai salah satu alat terbaik bagi pengembang perangkat lunak untuk membuat dan mengelola diagram UML.

Diagram Urutan dalam Pandangan Cepat

Sequence Diagram, UML Diagrams Example: Object Creation - Visual Paradigm Community Circle

Contoh yang disediakan menggambarkan proses seorang petugas pendaftaran menambahkan mata kuliah baru ke dalam sistem. Berikut penjelasan rinci mengenai notasi yang digunakan:

1. Aktor dan Garis Kehidupan

  • Aktor (Petugas Pendaftaran): Direpresentasikan oleh gambar figur batang, aktor adalah entitas eksternal (dalam hal ini, seseorang) yang berinteraksi dengan sistem.
  • Garis Kehidupan (Petugas Pendaftaran dan Manajer Pendaftaran): Garis putus-putus vertikal yang merepresentasikan keberadaan suatu objek atau aktor sepanjang waktu. Garis kehidupan untuk Petugas Pendaftaran dimulai dari bagian atas dan meluas ke bawah, menunjukkan periode saat petugas pendaftaran terlibat dalam interaksi.

2. Pesan

  • Pesan (addCourse): Panah horizontal yang menggambarkan komunikasi antar objek. Dalam contoh ini:
    • 1. addCourse(title: String = “UML”)Petugas Pendaftaran mengirim pesan ke Manajer Pendaftaran untuk menambahkan mata kuliah baru berjudul “UML”. Ini adalah pesan sinkron, ditandai dengan kepala panah padat.
    • 1.1: uml : CourseManager Pendaftaran mengirim pesan pembuatan ke Kursus objek untuk membuat kursus baru bernama “UML”.
    • 1.2: Pesan balik dari Manager Pendaftaran kembali ke Pendaftar, yang menunjukkan bahwa kursus telah berhasil ditambahkan. Hal ini digambarkan dengan panah putus-putus yang mengarah kembali ke pemanggil.

3. Aktivasi (Fokus Kontrol)

  • Batang Aktivasi: Persegi panjang tipis pada garis hidup yang mewakili periode saat objek sedang melakukan suatu tindakan. Dalam contoh ini:
    • Batang aktivasi pada Manager Pendaftaran garis hidup menunjukkan periode saat ia sedang memproses tambahKursus permintaan.
    • Batang aktivasi pada Kursus garis hidup menunjukkan periode saat kursus baru sedang dibuat.

4. Catatan

  • Catatan: Direpresentasikan oleh persegi panjang dengan sudut melengkung, catatan memberikan informasi tambahan atau komentar tentang diagram. Dalam contoh ini:
    • Pendaftar memilih “tambah kursus”: Catatan ini menjelaskan tindakan yang diambil oleh pendaftar.
    • Sistem membuat Kursus baru: Catatan ini menjelaskan hasil dari interaksi.

5. Pesan Pembuatan

  • Pesan Pembuatan: Sebuah jenis pesan tertentu yang menghasilkan pembuatan objek baru. Dalam contoh ini:
    • 1.1: uml : Course: The RegistrationManager mengirim pesan create untuk membuat objek baru Course objek yang dinamai “UML”.

6. Pesan Kembali

  • Pesan Kembali: Sebuah pesan yang menunjukkan kembalinya kendali atau data kembali ke pemanggil. Dalam contoh ini:
    • 1.2: Pesan kembali dari RegistrationManager kembali ke Registrar, yang menunjukkan bahwa kursus telah berhasil ditambahkan.

Langkah-langkah untuk Membaca Diagram Urutan

  1. Identifikasi Aktor dan Objek: Mulailah dengan mengidentifikasi aktor (Registrar) dan objek (RegistrationManagerCourse) yang terlibat dalam interaksi.
  2. Ikuti Pesan-Pesan: Lacak urutan pesan yang ditukar antara objek-objek. Dalam contoh ini, Registrar mengirim sebuah addCourse pesan ke ManajerPendaftaran, yang kemudian membuat baru Kursus objek dan mengembalikan konfirmasi.
  3. Pahami Batang Aktivasi: Amati batang aktivasi untuk memahami periode saat setiap objek aktif.
  4. Baca Catatan: Lihat catatan untuk konteks tambahan dan penjelasan mengenai interaksi.

Memahami Pengulangan dan Iterasi dalam Diagram Urutan

Konsep Kunci

  1. Garis Kehidupan: Melambangkan peserta individu dalam interaksi, digambarkan sebagai garis putus-putus vertikal.
  2. Pesan: Melambangkan komunikasi antar garis kehidupan, digambarkan sebagai panah horizontal.
  3. Aktivasi: Melambangkan periode saat suatu objek sedang melakukan tindakan, digambarkan sebagai persegi panjang tipis pada garis kehidupan.
  4. Fragment Gabungan Loop: Melambangkan pengulangan atau iterasi, digambarkan sebagai persegi panjang dengan kata kunci loop dan kondisi.
  5. Fragment Gabungan Break: Melambangkan kondisi pemutusan dalam sebuah loop, digambarkan sebagai persegi panjang dengan kata kunci break dan kondisi.
  6. Pesan Diri: Melambangkan pesan yang dikirim dari suatu objek ke dirinya sendiri, digambarkan sebagai panah yang kembali ke garis kehidupan yang sama.

Penjelasan Diagram Contoh

Contoh yang disediakan menggambarkan mesin pencari yang berinteraksi dengan repositori untuk memproses item. Berikut penjelasannya:

  1. Garis Kehidupan:
    • Mesin Pencari
    • Repositori
  2. Pesan:
    • 1. getNext()Mesin Pencari memanggil getNext() pada Repositori untuk mendapatkan item berikutnya.
    • 2. test(item)Mesin Pencari menguji item tersebut.
    • 3. process(item)Mesin Pencari memproses item tersebut jika kondisi uji terpenuhi.
  3. Fragment Gabungan Loop:
    • Loop direpresentasikan oleh loop [hasNext] fragment, yang menunjukkan bahwa pesan yang di dalamnya akan diulang selama kondisi hasNext kondisi benar.
  4. Fragment Gabungan Break:
    • Kondisi pemutusan direpresentasikan oleh fragmenbreak [ditemukan]fragmen, menunjukkan bahwa loop akan berhenti jika kondisiditemukanterpenuhi.
  5. Pesan Diri:
    • TheSearchEnginemengirim pesan diri untuk memproses item.
  6. Aktivasi:
    • Batang aktivasi padaSearchEnginelifeline menunjukkan periode saat ia aktif.

Langkah-langkah untuk Memodelkan Logika Pengulangan dan Iterasi

1. Identifikasi Kondisi Loop

Tentukan kondisi di mana loop akan dieksekusi. Dalam contoh ini, kondisi loop adalahhasNext.

2. Buat Fragmen Gabungan Loop

Gambarlah persegi panjang dengan kata kunciloopdan kondisi loop. Kelilingi pesan-pesan yang akan diulang di dalam persegi panjang ini.

3. Tambahkan Pesan di Dalam Loop

Tambahkan pesan-pesan yang akan dikirim dan diterima dalam loop. Dalam contoh ini, adalahgetNext(), test(item), danproses(item).

4. Identifikasi Kondisi Break

Tentukan kondisi di mana loop akan berhenti. Dalam contoh ini, kondisi break adalahditemukan.

5. Buat Fragmen Gabungan Break

Gambarlah sebuah persegi panjang dengan kata kuncibreakdan kondisi break. Kelilingi kondisi break di dalam persegi panjang ini.

6. Tambahkan Pesan Diri (jika diperlukan)

Jika objek mengirim pesan ke dirinya sendiri dalam loop, tambahkan pesan diri sebagai panah yang kembali ke jalur kehidupan yang sama.

7. Tambahkan Batang Aktivitas

Gambarlah persegi panjang tipis pada jalur kehidupan untuk mewakili periode saat objek sedang aktif.

Menggunakan Visual Paradigm untuk Diagram UML

Visual Paradigmadalah alat UML yang kuat yang menyederhanakan proses pembuatan dan pengelolaan diagram UML, termasuk Diagram Urutan. Berikut ini alasan mengapa direkomendasikan untuk pengembang perangkat lunak:

  1. Antarmuka yang Intuitif: Visual Paradigm menawarkan antarmuka yang intuitif dan ramah pengguna, sehingga memudahkan pembuatan dan pengeditan diagram.
  2. Fitur yang Komprehensif: Alat ini menyediakan berbagai fitur, termasuk dukungan untuk semua jenis diagram UML, validasi model, dan generasi kode.
  3. Alat Kolaborasi: Visual Paradigm mendukung fitur kolaborasi, memungkinkan beberapa pengguna bekerja pada proyek yang sama secara bersamaan.
  4. Integrasi: Alat ini terintegrasi dengan berbagai alat pengembangan dan sistem kontrol versi, mempermudah proses pengembangan.
  5. Dokumentasi: Visual Paradigm menghasilkan dokumentasi yang rinci dari model UML, membantu dalam komunikasi dan pemahaman kebutuhan sistem.

Langkah-langkah Membuat Diagram Urutan di Visual Paradigm

  1. Unduh dan Instal Visual Paradigm: Kunjungi Situs web Visual Paradigm dan unduh perangkat lunaknya. Ikuti petunjuk instalasi.
  2. Buat Proyek Baru: Buka Visual Paradigm dan buat proyek baru.
  3. Buka Alat Diagram Urutan: Buka ke Diagram > Baru > Diagram Urutan.
  4. Tambahkan Lifeline: Seret elemen Lifeline dari Toolbar Diagram ke kanvas dan beri label (misalnya PencariRepositori).
  5. Tambahkan Pesan: Gunakan alat Pesan untuk menambahkan pesan sinkron, asinkron, dan pesan kembali antar lifeline.
  6. Tambahkan Fragmen Gabungan Loop: Gunakan alat Fragmen Gabungan untuk membuat fragmen loop dengan kata kunci loop dan kondisi loop.
  7. Tambahkan Fragmen Gabungan Break: Gunakan alat Fragmen Gabungan untuk membuat fragmen break dengan kata kunci break dan kondisi break.
  8. Tambahkan Pesan Diri Sendiri: Gunakan alat Pesan Diri Sendiri untuk menambahkan pesan yang kembali ke lifeline yang sama.
  9. Tambahkan Batang Aktivasi: Seret elemen Batang Aktivasi ke garis hidup untuk mewakili fokus kontrol.
  10. Sempurnakan Diagram: Gunakan fitur yang disebutkan di atas untuk menyempurnakan diagram secara iteratif.

Kesimpulan

Pemodelan logika pengulangan dan iterasi menggunakanDiagram Urutan UML sangat penting untuk memahami dan berkomunikasi tentang perilaku dinamis suatu sistem. Visual Paradigm adalah alat yang sangat baik untuk membuat dan mengeloladiagram UML, menawarkan serangkaian fitur komprehensif yang menjadikannya pilihan terbaik bagi pengembang perangkat lunak. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dalam artikel ini, Anda dapat secara efektif memodelkan interaksi kompleks dan memastikan bahwa kebutuhan sistem Anda didefinisikan dengan jelas serta dipahami oleh semua pemangku kepentingan.

Untuk informasi lebih lanjut dan fitur lanjutan, kunjungisitus web Visual Paradigm.

This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *