Pendahuluan
Diagram urutan adalah alat penting dalam rekayasa perangkat lunak untuk memvisualisasikan interaksi antar objek dalam suatu sistem seiring waktu. Mereka membantu memahami perilaku dinamis suatu sistem, merancang arsitektur sistem, serta mendokumentasikan proses-proses kompleks. Panduan ini akan membahas konsep-konsep utama, pedoman, contoh nyata, dan studi kasus untuk membantu Anda menguasai diagram urutan.
Konsep-Konsep Utama
1. Garis Kehidupan
Garis kehidupan mewakili peserta dalam interaksi, seperti objek atau aktor. Mereka digambarkan sebagai garis putus-putus vertikal dan menunjukkan keberadaan suatu objek sepanjang waktu.
2. Pesan
Pesan adalah panah antar garis kehidupan yang mewakili komunikasi. Mereka dapat berupa:
- Sinkron: Garis padat dengan kepala panah yang terisi, menunjukkan pemanggilan metode yang menunggu respons.
- Asinkron: Garis padat dengan kepala panah terbuka, menunjukkan sinyal yang tidak menunggu respons.
3. Batang Aktivitas
Batang aktivitas adalah persegi panjang pada garis kehidupan yang menunjukkan durasi eksekusi operasi atau metode. Mereka menunjukkan kapan suatu objek aktif dan sedang memproses pesan.
4. Fragmen Gabungan
Fragmen gabungan digunakan untuk menangani interaksi kompleks, seperti perulangan, alternatif, dan pemrosesan paralel. Mereka membantu mengatur dan mengelola alur pesan yang kompleks.
Pedoman Pembuatan Diagram Urutan
1. Identifikasi Kasus Penggunaan
Mulailah dengan mengidentifikasi kasus penggunaan utama untuk sistem tersebut. Kasus penggunaan menggambarkan interaksi tertentu antara pengguna dan sistem. Ini membantu fokus pada interaksi penting yang perlu dimodelkan.
2. Tentukan Peserta
Tentukan objek atau aktor yang terlibat dalam skenario tersebut. Peserta dapat berupa pengguna, sistem, atau entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem.
3. Gambar Garis Kehidupan
Untuk setiap peserta, gambar garis putus-putus vertikal yang mewakili garis kehidupan mereka. Garis ini menunjukkan keberadaan peserta sepanjang waktu.
4. Tambahkan Pesan
Gambar panah antar garis kehidupan untuk mewakili pesan yang ditukar antar peserta. Beri label pada setiap pesan dengan nama dan parameter yang relevan. Ini membantu memahami alur komunikasi.
5. Gunakan Fragmen Gabungan
Untuk interaksi kompleks, gunakan fragmen gabungan untuk menunjukkan perulangan, alternatif, atau pemrosesan paralel. Ini membantu mengelola dan mengatur alur pesan yang kompleks.
Contoh Nyata: Aplikasi Perbankan Seluler
Kasus Penggunaan: Transfer Dana
- Pengguna memulai transfer dana.
- Aplikasi Seluler mengirim permintaan ke Sistem Perbankan.
- Sistem Perbankan memverifikasi kredensial pengguna dan memeriksa saldo akun.
- Sistem Perbankan mengirim pesan konfirmasi kembali ke Aplikasi Seluler.
- Aplikasi Seluler menampilkan konfirmasi kepada Pengguna.

Studi Kasus: Sistem Reservasi Hotel
Kasus Penggunaan: Buat Reservasi
- Pelanggan memulai permintaan reservasi.
- Sistem Reservasi memeriksa ketersediaan kamar.
- Sistem Reservasi mengirim pesan konfirmasi kembali ke Pelanggan.

Studi Kasus: Diagram Urutan – Pemrosesan Pesanan Toko Buku Online
Pemain:
- Pelanggan: Pengguna yang menjelajahi toko buku, memilih buku, dan melakukan pemesanan.
- Sistem Toko Buku: Platform online yang mengelola katalog, akun pengguna, dan pemrosesan pesanan.
- Gerbang Pembayaran: Layanan eksternal yang menangani transaksi pembayaran.
- Sistem Persediaan: Mengelola tingkat stok buku.
Skenario: Seorang pelanggan mengunjungi toko buku online, menelusuri katalog, memilih buku untuk dibeli, dan melanjutkan ke proses checkout. Sistem memverifikasi ketersediaan buku yang dipilih, memproses pembayaran melalui gerbang pembayaran, dan memperbarui persediaan. Akhirnya, pelanggan menerima konfirmasi pesanan.
Diagram Urutan
Diagram urutan di bawah ini menggambarkan interaksi antara Pelanggan, Sistem Toko Buku, Gerbang Pembayaran, dan Sistem Persediaan selama skenario pemrosesan pesanan.

Penjelasan
- Pelanggan menelusuri katalog di Sistem Toko Buku.
- Pelanggan memilih buku dan melanjutkan ke checkout.
- Sistem Toko Buku memeriksa ketersediaan buku yang dipilih dengan Sistem Persediaan.
- Sistem Persediaan mengembalikan status ketersediaan ke Sistem Toko Buku.
- Sistem Toko Buku memulai proses pembayaran dengan Gerbang Pembayaran.
- Gerbang Pembayaranmemproses pembayaran dan mengirim konfirmasi kembali ke Sistem Toko Buku.
- Sistem Toko Bukumemperbarui persediaan di Sistem Persediaan.
- Sistem Persediaanmengonfirmasi pembaruan persediaan ke Sistem Toko Buku.
- Sistem Toko Bukumengirim konfirmasi pesanan ke Pelanggan.
Diagram urutan ini membantu memvisualisasikan alur interaksi dan pesan antara komponen berbeda dari sistem toko buku online selama skenario pemrosesan pesanan.
Kiat dan Trik untuk Membuat Diagram Urutan yang Efektif
- Mulai dengan Kasus Penggunaan:
- Tentukan Peserta yang Jelas:
- Tentukan dengan jelas objek atau aktor yang terlibat dalam skenario tersebut. Peserta dapat berupa pengguna, sistem, atau entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem3.
- Gunakan Label Pesan yang Deskriptif:
- Kelola Interaksi yang Kompleks:
- Untuk interaksi yang kompleks, gunakan fragmen gabungan untuk menunjukkan perulangan, alternatif, atau pemrosesan paralel. Ini membantu dalam mengatur dan mengelola alur pesan yang kompleks2.
- Jaga Kesederhanaan:
- Hindari membuat diagram terlalu rumit. Fokus pada interaksi dan pesan utama yang penting untuk memahami kasus penggunaan. Terlalu banyak detail dapat membuat diagram sulit dibaca dan dipahami.
- Gunakan Konvensi Penamaan yang Konsisten:
- Jaga konsistensi dalam penamaan peserta, pesan, dan garis hidup. Ini membuat diagram lebih mudah dibaca dan dipahami.
- Tambahkan Catatan dan Komentar:
- Gunakan catatan dan komentar untuk memberikan konteks atau penjelasan tambahan jika diperlukan. Ini dapat membantu menjelaskan interaksi atau keputusan yang kompleks dalam diagram.
- Ulas dan Iterasi:
- Ulas diagram urutan Anda bersama pemangku kepentingan dan anggota tim. Kumpulkan masukan dan lakukan iterasi pada diagram untuk memastikan bahwa diagram tersebut secara akurat merepresentasikan kasus penggunaan dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat.
- Gunakan Alat untuk Efisiensi:
- Dokumentasikan Asumsi dan Kendala:
- Dokumentasikan dengan jelas asumsi atau batasan yang berlaku pada diagram urutan. Ini membantu dalam memahami konteks dan keterbatasan interaksi yang dimodelkan dalam diagram.
Dengan mengikuti tips dan trik ini, Anda dapat membuat diagram urutan yang efektif yang secara jelas menyampaikan perilaku dinamis sistem Anda dan membantu dalam merancang serta mendokumentasikan proses-proses kompleks.
Ringkasan
Diagram urutan sangat berharga untuk memvisualisasikan dan memahami perilaku dinamis suatu sistem. Dengan mengikuti panduan dan menggunakan konsep-konsep utama, Anda dapat membuat diagram urutan yang jelas dan komprehensif yang membantu dalam merancang dan mendokumentasikan sistem-sistem kompleks. Contoh nyata dan studi kasus memberikan aplikasi praktis diagram urutan dalam berbagai skenario.
Referensi
- Membuat Diagram Urutan dengan Pendekatan Berbasis Kasus Pengguna: Panduan Lengkap
- Diagram Urutan UML: Konsep Utama dan Panduan Lengkap
- Diagram Urutan – Bahasa Pemodelan Terpadu (UML)
- Apa itu Diagram Urutan?
- Memahami Diagram Urutan: Panduan Lengkap
- Diagram urutan
This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.












