Scrum adalah kerangka kerja yang banyak diadopsi digunakan untuk mengelola dan menyelesaikan proyek-proyek kompleks, terutama di bidang pengembangan perangkat lunak. Inti dari Scrum adalah proses empiris yang didasarkan pada tiga pilar utama: transparansi, inspeksi, dan adaptasi. Ketiga pilar ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses Scrum tetap efektif, fleksibel, dan responsif terhadap perubahan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai ketiga pilar ini dan eksplorasi bagaimana penerapannya dalam kerangka kerja Scrum.

1. Transparansi
Transparansi adalah fondasi dari kerangka kerja Scrum. Ini memastikan bahwa semua aspek proses terlihat jelas bagi mereka yang bertanggung jawab atas hasilnya. Visibilitas ini memungkinkan para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang terinformasi dan memahami kondisi terkini proyek. Dalam Scrum, transparansi dicapai melalui metode-metode berikut:
- Daily Stand-ups: Rapat singkat ini memberi tim kesempatan untuk menyelaraskan pekerjaan dan merencanakan 24 jam ke depan. Setiap anggota tim berbagi apa yang telah mereka selesaikan pada hari sebelumnya, apa yang akan mereka lakukan hari ini, serta hambatan apa yang sedang mereka hadapi.
- Ulasan Sprint: Pada akhir setiap sprint, tim menunjukkan pekerjaan yang telah selesai selama sprint kepada para pemangku kepentingan. Ulasan ini memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kemajuan proyek dan perubahan yang diperlukan.
- Refleksi Sprint: Setelah ulasan sprint, tim mengadakan refleksi untuk membahas apa yang berjalan baik, apa yang bisa diperbaiki, dan tindakan yang akan diambil di masa depan. Dialog terbuka ini mendorong budaya perbaikan berkelanjutan.
Transparansi bukan hanya tentang berbagi informasi; itu adalah menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa nyaman untuk terbuka dan jujur. Tingkat transparansi ini membangun kepercayaan di dalam tim dan di antara para pemangku kepentingan, yang mengarah pada kolaborasi yang lebih baik dan penyelesaian masalah yang lebih efektif.
2. Inspeksi
Inspeksi dalam Scrum mengacu pada penilaian rutin terhadap proses dan pekerjaan yang sedang dilakukan. Berbeda dengan audit tradisional, inspeksi Scrum dilakukan oleh tim itu sendiri. Tujuannya adalah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan proyek tetap berada di jalur yang benar. Titik-titik inspeksi utama dalam Scrum meliputi:
- Tujuan Sprint: Pada awal setiap sprint, tim menetapkan tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin mereka capai. Tujuan-tujuan ini direview setiap hari selama stand-up untuk memastikan kemajuan terus terjadi.
- Artifak: Artifak Scrum seperti daftar pekerjaan produk, daftar pekerjaan sprint, dan hasil sprint secara rutin diperiksa. Daftar pekerjaan produk direview untuk memastikan berisi item pekerjaan yang paling bernilai, daftar pekerjaan sprint diperiksa untuk memastikan tim dapat mencapai tujuan sprint, dan hasil sprint diperiksa untuk memastikan memenuhi definisi selesai.
- Siklus Umpan Balik: Umpan balik berkelanjutan dari para pemangku kepentingan dan anggota tim sangat penting. Umpan balik ini digunakan untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan terhadap proses maupun produk.
Inspeksi bukan hanya tentang memeriksa tugas; itu adalah evaluasi kritis terhadap proses untuk mengidentifikasi peluang perbaikan. Inspeksi berkelanjutan ini membantu tim tetap lincah dan responsif terhadap perubahan.
3. Adaptasi
Adaptasi adalah proses melakukan penyesuaian berdasarkan wawasan yang diperoleh dari inspeksi. Dalam Scrum, adaptasi bersifat berkelanjutan dan terjadi pada berbagai tingkatan:
- Adaptasi Harian: Selama stand-up harian, tim membahas setiap hambatan dan segera menyesuaikan rencana untuk menangani masalah-masalah tersebut.
- Adaptasi Sprint: Pada akhir setiap sprint, tim menyesuaikan daftar pekerjaan produk berdasarkan umpan balik dari ulasan sprint dan wawasan dari refleksi. Adaptasi ini memastikan sprint berikutnya lebih selaras dengan tujuan proyek dan harapan pemangku kepentingan.
- Adaptasi Proses: Tim terus-menerus menyesuaikan proses Scrum itu sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini dapat melibatkan perubahan format rapat, penyesuaian definisi selesai, atau penerapan alat dan praktik baru.
Adaptasi membuat Scrum benar-benar lincah. Ini memungkinkan tim untuk dengan cepat berpindah arah sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan, informasi baru, atau tantangan tak terduga. Fleksibilitas ini sangat penting untuk menghadirkan nilai dalam lingkungan yang kompleks dan terus berubah.
Menerapkan Tiga Pilar dalam Proses Scrum
Tiga pilar Scrum—transparansi, inspeksi, dan adaptasi—saling terkait dan harus diterapkan bersama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Berikut adalah cara kerja mereka secara kolaboratif dalam proses Scrum:
- Transparansi memungkinkan inspeksi: Tanpa transparansi, inspeksi yang bermakna menjadi mustahil. Tim harus dapat melihat dengan jelas proses dan pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
- Inspeksi mendorong adaptasi: Inspeksi memberikan wawasan yang diperlukan untuk adaptasi yang terinformasi. Dengan menilai proses dan pekerjaan secara rutin, tim dapat membuat keputusan berbasis data mengenai perubahan mana yang harus diterapkan.
- Adaptasi meningkatkan transparansi: Adaptasi biasanya melibatkan perubahan pada proses atau pekerjaan, yang perlu disampaikan secara transparan kepada tim dan pemangku kepentingan. Ini memperkuat budaya transparansi dan memastikan semua pihak tetap selaras dengan perubahan tersebut.
Kesimpulan
Tiga pilar Scrum—transparansi, inspeksi, dan adaptasi—sangat penting bagi keberhasilan kerangka kerja Scrum. Mereka menciptakan lingkaran umpan balik yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan memastikan tim tetap gesit serta responsif terhadap perubahan. Dengan menerapkan pilar-pilar ini, tim dapat memberikan nilai secara lebih efektif, membangun budaya kolaborasi dan kepercayaan, serta mencapai tujuan proyek dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis.
Referensi
- Tiga Pilar Empiris (Scrum) | Scrum.org
- Deskripsi: Artikel ini membahas bagaimana Scrum menerapkan proses empiris berdasarkan observasi realitas, menekankan perubahan pola pikir dan budaya untuk mencapai fleksibilitas bisnis dan organisasi. Artikel ini menyoroti bahwa tiga pilar empiris dalam Scrum sangat penting bagi proses ini.2。
- Panduan Scrum | Panduan Scrum
- Deskripsi: Panduan Scrum menjelaskan bahwa pilar empiris Scrum—transparansi, inspeksi, dan adaptasi—sangat penting bagi acara dan artefak dalam kerangka kerja. Pilar-pilar ini memastikan bahwa proses dan pekerjaan terlihat oleh semua pemangku kepentingan, sehingga memungkinkan mereka membuat keputusan yang terinformasi.
- Apa itu Scrum? | Scrum.org
- Deskripsi: Sumber ini menjelaskan bahwa Scrum adalah proses empiris yang terinspirasi dari rugby, di mana keputusan didasarkan pada observasi, pengalaman, dan eksperimen. Tiga pilar Scrum—transparansi, inspeksi, dan adaptasi—sangat penting bagi proses ini.3。
- Pilar-Pilar Agile | Scrum.org
- Deskripsi: Diskusi forum ini menjelaskan bahwa meskipun kerangka kerja agile yang berbeda memiliki pilar yang berbeda, tiga pilar Scrum adalah transparansi, inspeksi, dan adaptasi. Diskusi ini juga mengeksplorasi bagaimana pilar-pilar ini berkaitan dengan nilai-nilai agile.4。
- Tiga—Tunggu: Empat—Elemen-Elemen Empiris | Scrum.org
- Deskripsi: Posting blog ini membahas elemen-elemen empiris dalam Scrum, menekankan bahwa kepercayaan adalah elemen dasar yang membuat transparansi, inspeksi, dan adaptasi menjadi mungkin. Artikel ini mengeksplorasi penerapan elemen-elemen ini dalam Scrum.
- Jalur Pembelajaran Scrum Master | Scrum.org
- Deskripsi: Jalur pembelajaran ini memberikan wawasan tentang peran Scrum Master, termasuk pilar transparansi. Ini menawarkan panduan terstruktur untuk memahami dan menerapkan teori, praktik, aturan, dan nilai Scrum.5。
Sumber Daya Agile dan Scrum – Visual Paradigm
Sumber Daya Scrum Gratis: Panduan, Contoh, Tutorial, dan Lainnya
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/ 6
Deskripsi: Panduan dan sumber daya Scrum yang komprehensif dan gratis untuk setiap tim perangkat lunak agile, mencakup manajemen proyek Scrum, kerangka kerja, alat, perangkat lunak, proses, dan lainnya.
Tutorial Agile Scrum
URL: https://www.visual-paradigm.com/tutorials/agile-tutorial/
Deskripsi: Tutorial agile Scrum langkah demi langkah yang membantu memahami konsep inti pengembangan agile dan cara melaksanakan proyek agile dari awal hingga akhir (yaitu, pengiriman produk).
Apa itu Agile? Apa itu Scrum?
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/what-is-agile-and-scrum/
Deskripsi: Panduan pembelajaran Scrum gratis yang menjelaskan hubungan antara agile dan Scrum, serta menyediakan akses ke sumber daya Scrum gratis lainnya.
Panduan Scrum Komprehensif
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/what-is-scrum/ 7
Deskripsi: Panduan Scrum yang terperinci menjelaskan bagaimana tim dapat menerima dan mengintegrasikan umpan balik pelanggan di akhir setiap siklus pengembangan kecil.
Apa itu Manajemen Proyek Agile? – Visual Paradigm
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/what-is-agile-project-management/ 8
Deskripsi: Panduan agile gratis yang menjelaskan apa itu manajemen proyek agile, serta menyediakan penjelasan rinci tentang berbagai kerangka kerja Scrum agile seperti Large-Scale Scrum, Nexus, SAFe, dan lainnya.
Alat Scrum Terbaik: Kanvas Proses Scrum
URL: https://www.visual-paradigm.com/features/scrum-process-canvas/ 9
Deskripsi: Alat manajemen Scrum yang membantu menavigasi seluruh proses Scrum secara mulus dalam satu kanvas proses Scrum yang dirancang dengan indah.
Pengantar 3 Menit tentang Scrum – Visual Paradigm
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/scrum-in-3-minutes/ 10
Deskripsi: Pengantar singkat tentang Scrum, menjelaskan kerangka kerjanya untuk mengembangkan dan memelihara produk kompleks melalui metode iteratif dan inkremental.
Pengembangan Agile: Bagaimana Menjadi Scrum Master Bersertifikat?
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/agile-development- 11
Deskripsi: Panduan tentang cara menjadi Scrum Master bersertifikat menggunakan Canvas Proses Scrum Visual Paradigm, yang membantu tim dengan lancar menavigasi seluruh proses Scrum.
Apa itu upacara Scrum?
URL: https://www.visual-paradigm.com/scrum/what-are-scrum- 12
Deskripsi: Penjelasan tentang upacara Scrum, termasuk peran, acara, dan artefak yang membedakan proses Scrum dari proses agile lainnya.
Tutorial Agile: Cara Membangun Tim Scrum
URL: https://www.visual-paradigm.com/tutorials/agile-tutorial/how-to-form-scrum-team/ 13
Deskripsi: Tutorial tentang cara membangun tim Scrum, termasuk petunjuk langkah demi langkah dan pedoman untuk menyiapkan dan mengelola tim Scrum dalam Canvas Proses Scrum.
Memahami Tiga Pilar Scrum: Transparansi, Inspeksi, dan Adaptasi
Scrum adalah kerangka kerja yang banyak digunakan untuk mengelola dan menyelesaikan proyek-proyek kompleks, terutama di bidang pengembangan perangkat lunak. Inti dari Scrum dibangun di atas proses empiris yang mengandalkan tiga pilar kritis: transparansi, inspeksi, dan adaptasi. Ketiga pilar ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses Scrum tetap efektif, fleksibel, dan responsif terhadap perubahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas masing-masing pilar ini dan mengeksplorasi bagaimana penerapannya dalam kerangka Scrum.
Transparansi
Transparansi adalah fondasi dari kerangka kerja Scrum. Ini menjamin bahwa berbagai aspek proses terlihat jelas bagi mereka yang bertanggung jawab atas hasilnya. Visibilitas ini memungkinkan pengambilan keputusan yang terinformasi dan pemahaman yang jelas mengenai status proyek saat ini. Transparansi dalam Scrum dicapai melalui beberapa praktik kunci:
- Daily Stand-ups: Rapat singkat ini memberikan kesempatan bagi tim untuk menyelaraskan pekerjaan mereka dan merencanakan 24 jam ke depan. Setiap anggota tim berbagi apa yang telah mereka selesaikan kemarin, apa yang akan mereka lakukan hari ini, serta hambatan apa yang mereka hadapi.
- Ulasan Sprint: Pada akhir setiap Sprint, tim menunjukkan pekerjaan yang telah selesai selama Sprint kepada para pemangku kepentingan. Ulasan ini memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman bersama mengenai kemajuan proyek dan perubahan yang diperlukan.
- Refleksi Sprint: Setelah ulasan Sprint, tim mengadakan refleksi untuk membahas apa yang berjalan baik, apa yang bisa diperbaiki, dan tindakan yang akan diambil di masa depan. Dialog terbuka ini mendorong budaya perbaikan berkelanjutan.
Transparansi tidak hanya sekadar berbagi informasi; ia menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa nyaman untuk terbuka dan jujur. Tingkat transparansi ini membangun kepercayaan antara anggota tim dan pemangku kepentingan, yang mengarah pada kolaborasi yang lebih baik dan penyelesaian masalah yang lebih efektif.
Inspeksi
Dalam Scrum, inspeksi melibatkan evaluasi rutin terhadap proses dan pekerjaan yang telah selesai. Berbeda dengan audit tradisional, inspeksi Scrum dilakukan oleh tim itu sendiri. Tujuannya adalah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan proyek tetap berada di jalur yang benar. Titik-titik inspeksi utama dalam Scrum meliputi:
- Tujuan Sprint: Pada awal setiap Sprint, tim menetapkan tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin mereka capai. Tujuan-tujuan ini diperiksa setiap hari selama Daily Stand-ups untuk memastikan adanya kemajuan.
- Artefak: Artefak Scrum, seperti Product Backlog, Sprint Backlog, dan Increment, secara rutin diperiksa. Product Backlog ditinjau untuk memastikan berisi item pekerjaan yang paling bernilai, Sprint Backlog diperiksa untuk memastikan tim dapat menyelesaikan tujuan Sprint, dan Increment diperiksa untuk memastikan memenuhi definisi selesai.
- Siklus Umpan Balik: Umpan balik berkelanjutan dari pemangku kepentingan dan anggota tim sangat penting. Umpan balik ini digunakan untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan terhadap proses maupun produk.
Inspeksi bukan hanya sekadar memeriksa tugas; ia melibatkan penilaian kritis terhadap proses untuk mengidentifikasi peluang perbaikan. Inspeksi rutin membantu tim tetap gesit dan responsif terhadap perubahan.
Adaptasi
Adaptasi adalah proses melakukan perubahan berdasarkan wawasan yang diperoleh dari inspeksi. Dalam Scrum, adaptasi bersifat terus-menerus dan terjadi pada berbagai tingkatan:
- Adaptasi Harian: Selama Daily Stand-up, tim membahas setiap hambatan dan segera menyesuaikan rencana untuk menangani masalah-masalah ini.
- Adaptasi Sprint: Pada akhir setiap Sprint, tim menyesuaikan Product Backlog berdasarkan umpan balik dari Sprint Review dan wawasan dari Sprint Retrospective. Adaptasi ini memastikan bahwa Sprint berikutnya lebih selaras dengan tujuan proyek dan harapan pemangku kepentingan.
- Adaptasi Proses: Tim terus-menerus menyempurnakan proses Scrum itu sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini dapat melibatkan perubahan format rapat, penyesuaian definisi selesai, atau penerapan alat dan praktik baru.
Adaptasi membuat Scrum benar-benar agile. Ini memungkinkan tim untuk dengan cepat berpindah arah sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan, informasi baru, atau tantangan tak terduga. Fleksibilitas ini sangat penting untuk menghasilkan nilai dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis.
Menerapkan Tiga Pilar dalam Proses Scrum
Tiga pilar Scrum—transparansi, inspeksi, dan adaptasi—saling terkait dan harus diterapkan bersama untuk hasil yang sukses. Berikut ini cara kerja mereka secara bersamaan dalam proses Scrum:
- Transparansi memungkinkan inspeksi: Tanpa transparansi, inspeksi yang bermakna tidak dapat dilakukan. Tim harus dapat melihat dengan jelas proses dan pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
- Inspeksi mendorong adaptasi: Inspeksi memberikan wawasan yang diperlukan untuk adaptasi yang terinformasi. Dengan mengevaluasi proses dan pekerjaan secara rutin, tim dapat membuat keputusan berbasis data tentang perubahan mana yang harus diterapkan.
- Adaptasi meningkatkan transparansi: Adaptasi sering melibatkan perubahan pada proses, yang pada gilirannya harus disampaikan secara jelas untuk mempertahankan transparansi.
Kesimpulannya, pilar-pilar transparansi, inspeksi, dan adaptasi merupakan dasar penting bagi keberhasilan kerangka kerja Scrum. Dengan menerima prinsip-prinsip ini, tim dapat menghadapi kompleksitas manajemen proyek secara lebih efektif, menciptakan lingkungan yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan kolaborasi.
This post is also available in Deutsch, English, Español, فارسی, Français, 日本語, Polski, Portuguese, Ру́сский, Việt Nam, 简体中文 and 繁體中文.












